SEMUA PERBEDAAN Sikapi Bijak, Dr Novri : “Janganlah Menjadi Bahan Diskriminasi”

SuarIndonesia – Dr. H. Novri Ompusunggu, SH, MH, salah satu anggota Komisi III DPR RI, menekankan sikapi dengan bijak terhadap semua perbedaan..

“Setiap perbedaan yang ada di sekitar kita adalah rahmat. Baik dalam hal kesukuan, agama, ras, dan antar golongan.

Janganlah menjadi bahan perdebatan atau diskriminasi. Mari ambil makna dari para pendahulu kita dalam merumuskan pancasila yang menjadi titik temu antar perbedaan yang ada,” katanya, Sabtu (24/9/2022).

Itu disampaikanya saat sosialisasi empat pilar Kebangsaan kepada warga Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Diketahui, empat pilar kebangsaan penting dipahami dan ditanamkan pada generasi bangsa Indonesia.

“Karena, banyak kepentingan bangsa lain terhadap indonesia di era globalisasi yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan kita.

Untuk itu, empat pilar kebangsaan ini harus kita maknai sebagai alat untuk membangun bangsa kita sendiri,” bebernya.

Lanjutnya, beberapa poin penting yang terdapat dalam empat pilar kebangsaan tersebut mencakup Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui sosialisasi, setidaknya dapat memberi pemahaman bagi masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Lebih dari itu berbagai konflik yang sedang maupun yang akan terjadi di negeri ini agar dapat diredam atau diselesaikan dengan baik.

“Kita sebagai masyarakat yang majemuk harus mennjujung tinggi pancasila sebagai pemersatu,” tegasnya.

Pancasila adalah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia yang asas-asasnya wajib diamalkan agar tercipta kehidupan yang aman dan tentram serta selaras dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa.

“Selain itu, harus mengetahui dan memahami sejarah Pancasila agar kita selalu menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. (RI),” ucapnya.

Pada bagian lain H. Novri,  anggota DPR RI , pemilihan Kalsel 2 ini sebutkan, sosialisasi dilaksanakan kepada masyarakat agar wawasan kebangsaan dapat dipahami langsung “di akar rumput” (grass root).

Ia memberikan contoh pengaplikasian empat pilar Kebangsaan yang menjadi tiang dan pondasi bernegara seperti selalu menghargai setiap perbedaan.

.Terakhir, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama menjaga keutuhan dan persatuan bangsa serta bergotong royong.

“Hanya dengan cara itulah kita dapat mencapai kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan sosial,” tutupnya. (ZI)

 421 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!