KECELAKAAN BERUNTUN di Kawasan Lingkar Utara Dipicu Kabut Asap

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia -Musibah kecelakaan beruntun melibatkan beberapa kendaraan terjadi di Jalan Gubernur Syarkawi (Jalan Lingkar Utara), kawasan Handil Bakti menuju Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan, Minggu (11/10/2026 sekitar pukul 06.00 WITA.

Setidaknya saat bersamaan peristiwa melibatkan dua buah mobil pribadi yang seruduk truk di depannya. Untungnya, sopir dan penumpang tak cidera.

Peristiwa dipicu kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut hingga membatasi jarak pandang pengemudi secara drastis.

Kabut asap tebal mengurangi jarak pandang secara signifikan, sehingga pengendara kesulitan mengantisipasi kendaraan di depannya.

Tabrakan beruntun melibatkan sejumlah mobil, termasuk laporan visual mengenai kendaraan roda empat seperti minibus, kijang dan truk di lokasi kejadian.

Dimana jalur Lingkar Utara dan wilayah sekitar perbatasan Banjarmasin-Kabupaten Banjar saat ini sedang mengalami lonjakan kabut asap pekat dari karhutla menjelang waktu subuh dan pagi hari.Menyusul maraknya kecelakaan akibat kabut asap di jalur Trans-Kalimantan ini, pihak berwenang mengimbau para pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan saat melintasi area yang tertutup asap pekat.

Menjaga jarak aman antarkendaraan agar memiliki waktu reaksi yang cukup untuk mengerem.

Menyalakan lampu utama atau lampu kabut (fog lamp) agar posisi kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengendara lain.

Status Kebakaran

Sisi lain, status karhutla di Kabupaten Banjar telah dinaikkan, dari level siaga ke level tanggap darurat.

Semua disebabkan api yang menghanguskan ribuan hektare lahan, tetapi juga dampak pada kesehatan warga, krisis air bersih hingga terganggunya kegiatan belajar mengajar akibat kabut asap.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, di Aula Mini Barakat, Martapura.

Menurut Sekda, besarnya dampak yang ditimbulkan menjadi salah satu pertimbangan dalam peningkatan status tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, luas lahan yang terbakar sejak 15 Juli hingga awal Oktober 2026 mencapai sekitar 6.301 hektare, tersebar di 19 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, memaparkan, kejadian karhutla mulai meningkat signifikan sejak pertengahan Juni dan mencapai puncaknya pada September 2026.

Situasi ini diperparah dampak kekeringan yang melanda 72 desa di 16 kecamatan. Persoalan yang dihadapi masyarakat pun tidak hanya kebakaran lahan, tetapi juga terbatasnya akses terhadap air bersih.

Baca Juga :   KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah turut menimbulkan ancaman kesehatan. BPBD mencatat sebanyak 798 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dampak karhutla juga merembet ke sektor pendidikan. Memburuknya kualitas udara membuat sejumlah sekolah harus menyesuaikan kegiatan belajar mengajar demi mengurangi risiko paparan asap terhadap peserta didik.

Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, sebanyak 127 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara penuh dari rumah.

Sementara itu, 17 sekolah menjalankan PJJ kombinasi dengan pengaturan jam masuk siang. Sebanyak 300 sekolah lainnya melakukan penyesuaian atau pergeseran jam masuk untuk mengurangi paparan asap pada pagi hari.

Sekda Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan peningkatan status menjadi tanggap darurat didasarkan pada evaluasi kondisi terkini, termasuk perkembangan titik panas atau hotspot yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

Perluas Penanganan

Lainnya, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diperluas dengan melibatkan perusahaan pertambangan, perkebunan, kehutanan hingga unsur pemadam kebakaran swadaya.

Strategi baru ini diawali dengan penanganan secara bersama di kawasan Gunung Pematang, Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, yang selama ini menjadi salah satu sumber asap yang berdampak hingga Kota Banjarmasin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan, pelibatan berbagai pihak dilakukan agar penanggulangan karhutla dapat berjalan lebih masif dan menjangkau wilayah yang masih mengalami kebakaran.

Ronny menjelaskan, kawasan Gambut dan Jalan Gubernur Syarkawi menjadi salah satu prioritas karena asap dari wilayah tersebut terbawa angin ke arah barat daya hingga Banjarmasin.

Penanganan di kawasan itu diupayakan berlangsung selama sekitar satu minggu hingga 10 hari ke depan.

Dalam upaya tersebut, perusahaan diharapkan dapat berkontribusi melalui dukungan personel, sarana, maupun peralatan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kemudian dijelaskan, dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebanyak 11 daerah telah menetapkan status siaga. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi
ZIARAH MAKAM Memperingati 164 Tahun Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari
DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger
TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor
MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race
KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi
TEWAS TERLUKA, Pria Warga Kelayan B Ini Tergeletak di Depan Rumah Warga
DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:48

KECELAKAAN BERUNTUN di Kawasan Lingkar Utara Dipicu Kabut Asap

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49

TEWAS TERLUKA, Pria Warga Kelayan B Ini Tergeletak di Depan Rumah Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:08

DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:56

DIATUR Tarif Pemeriksaan Kesehatan Haji

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:21

DOKUMEN TANAH RSUD H. Boejasin Disita Penyidik, Pemkab Tala Didesak Segera Bersikap

Berita Terbaru

Kalsel

DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Minggu, 11 Okt 2026 - 13:17

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca