SEJUMLAH MASJID di Banjarmasin Cabut Tanda Pembatas Shaf Shalat Antar Jamaah

- Penulis

Senin, 25 Oktober 2021 - 22:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, saat ini sejumlah masjid di Kota Banjarmasin, terlihat sudah mulai melepas tanda pembatas jarak shaf shalat antar jamaah.

Pemandangan tersebut dapat dilihat di Masjid Al-Jihad yang berlokasi di Jalan Cempaka Besar No.19, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Tengah, Senin (25/10/2021) siang.

Berdasarkan pantauan ke lokasi. Kondisi terbaru, masjid tersebut sudah bersih tanpa ada tanda pembatas jarak lagi. Bahkan di masjid tersebut juga sudah menggunakan karpet panjang yang digunakan sebagai sajadah salat.

Di mana sebelumnya, hal itu tidak terlihat lantaran situasi pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu sempat tinggi.

Pembina Takmir Mesjid Al-Jihad, Taufik Hidayat mengaku pelepasan ini sudah melalui pertimbangan pihaknya.

Tak hanya itu, banyaknya permintaan masyarakat yang ingin merapatkan kembali

 

SEJUMLAH MASJID di Banjarmasin Cabut Tanda Pembatas Shaf Shalat Antar Jamaah (2)

 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menuturkan bahwa untuk saat ini, masih belum ada anjuran dari pihaknya mengenai pelepasan tanda pembatas jarak di masjid.

Meskipun saat ini, kapasitas jamaah masjid sudah diperbolehkan hingga 50 sampai 70 persen.

“Sebenarnya kami tidak menganjurkan untuk dilepas (tanda pembatas jarak di masjid) karena belum ada arahan,” ungkap Ibnu saat ditemui awak media, di Balai Kota Banjarmasin, Senin (25/10/2021) pagi.

Lebih lanjut, Ibnu menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terlebih dahulu sebelum mengeluarkan izin mengenai hal tersebut.

“Dari pemerintah memang masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri dan kesepakatan dari Pemerintah Pusat,” bebernya.

Menurut Ibnu, lepasnya tanda pembatas jarak ini disebabkan karena mengikuti ketentuan di Arab Saudi yang sudah mencabut aturan jaga jarak atau sosial distancing di Masjidil Haram.

Baca Juga :   KORBAN yang Ditikam Juru Parkir Hembuskan Nafas Terakhir di RSUD Ulin

“Mungkin mereka ikut-ikutan di Mekkah karena viral dicabut semua. Jadi akhirnya masjid-masjid mengikuti itu,” ujar Ibnu.

Meskipun begitu, Ibnu menegaskan bahwa tidak melarang jika masjid-masjid di Banjarmasin memberlakukan itu. Hanya saja pihaknya masih belum menganjurkan untuk saat ini.

Pasalnya, hingga saat ini capaian vaksinasi di Banjarmasin belum mencapai target 75 persen sampai 80 persen. Sehingga bisa disebut masih belum aman jika kembali merapatkan shaf shalat jamaah di masjid.

“Kalau saya masih mentoleransi selama jamaah semua sudah divaksin. Tapi kalau jamaah belum divaksin, ya kita khawatirkan akan terjadi penularan lagi,” pungkasnya.

Walaupun begitu, ia tetap berpesan kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Walaupun kita tidak bisa mencegah jamaah dan pengurus masjid melepas itu. Tapi kami tetap imbauan jaga prokes,” akhirnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi baru-baru ini.

Ia memaklumi hal tersebut terjadi karena masyarakat sudah mulai merindukan shalat berjamaah dengan shaf rapat di masjid. Mengingat sudah 2 tahun lamanya jaga jarak diberlakukan.

“Artinya kesadaran masyarakat sendiri lah. Mereka juga sudah tahu cara menghindari penyebaran Covid-19. Makanya kita serahkan kepada masyarakat atas keputusan itu. Namun tidak lupa untuk terus mengimbau prokes,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
DIDUKUNG Pemkab Balangan Program Pascasarjana ULM
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:56

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:19

SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:49

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:59

DIDUKUNG Pemkab Balangan Program Pascasarjana ULM

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:11

SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Berita Terbaru

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq di Palangka Raya belum lama ini. (Foto: Disdik Kalteng)

Kalteng

KALTENG Jalankan Program Multibahasa

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:04

Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Foto: Antara/Rio Feisal)

Hukum

OTT LANJUTAN Muara Enim: KPK Tangkap Lima ASN BPK

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:11


Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5/2026). (Foto: Arsip Antara/Dhemas Reviyanto)

Bisnis

HARGA Pertamax dan Pertamax Green Naik

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:05

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca