SuarIndonesia – Sebelum dapat sanksi atas sikap pribadi Zairullah Azhar, terlebih dulu melayangkan surat mengundurkan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Bahkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sudah terima surat pengunduran diri Zairullah Azhar ini.
“Surat pengunduran diri Zairullah sudah kami terima hari ini. Memastikan segera memproses penunjukkan sosok ketua sementara. Ya akan ada penunjukkan/carateker,” kata Sekretaris Jenderal PKB, Hasanuddin Wahid, Jumat (5/1/2024).
Menurut dia lagi, pengunduran diri Zairullah dalam proses dan nantinya memproses penunjukkan sosok ketua sementara.
Diketahui, HM Zairullah Azhar, Ketua DPW PKB Kalsel, ini seharusnya mendukung pasangan pasangan calon Presiden Anies Baswedan dan Wakil Presiden Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Namun dalam perjalanan, menyatakan mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka di Pemilu yang dilaksanakan 14 Februari 2024.
Ia menyatakan siap menerima resiko apapun.“Apapun resikonya dengan keputusan saya mendukung Prabowo -Gibran di Pilres mendatang akan saya terima,” ujar Zairullah sebelumnya.
Menurut Bupati Tanah Bumbu ini, langkah yang diambilnya berseberangan dukungan dengan partainya itu merupakan dinamika hidup dan politik yang memang harus dihadapinya.
“Jadi, sebagai Ketua Umum PKB saat ini akan siap menerima apa pun keputusan dari partai.
Ini semua saya lakukan demi kepentingan rakyat Kalsel, yang jauh lebih utama ketimbang politik,” tegasnya.
Menurut Zairullah, dirinya punya prinsip harus punya peran bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat Kalsel.
“Saya tidak bisa berdiam diri saja. Buat apa saya punya sesuatu, tapi tidak punya arti apa-apa buat Banua ini,” tegasnya lagi.
Dirinya merasakan betul bagaimana harapan masyarakat Kalsel, terutama anak-anak muda yang berharap daerahnya maju.
Jadi, kata Zairullah, dirinya sebagai orang Kalsel punya hati nuraninya. “Artinya, saya mendengar aspirasi masyarakat Kalsel secara menyeluruh ingin daerah ini maju,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu yang bisa mendorong percepatan kemajuan Banua ini adalah apabila ibukota negara tetap diteruskan .
Sebab itu, dirinya mendukung Prabowo, tidak ada latar belakang apa pun dan kepentingan Kalsel dan Tanah Bumbu.
“Kami mendukung mereka yang punya komitmen untuk IKN. Saya sudah kesana dan melihat pembangunan yang luar biasa dan dari Tanah Bumbu ke IKN sangat dekat, hanya sekitar 5 jam saja,” ucapnya.
Kalau tidak lanjut, kata Zairullah, bagaimana ini, padahal pembangunannya luar biasa.
“Kalau pemerintah tidak masalah, tapi masyarakat yang sudah menanam saham di Tanah Bumbu, inilahnya menjadi pemikirannya.
Atas pertimbangan inilah agar IKN harus dilanjutkan. Siapa pun yang punya komitmen melanjutkan IKN baru, itu yang akan didukung,” turupnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















