SEBELAS Kali Raih Opini WTP dari BPK RI, Aset Masih Menjadi Permasalahan

- Penulis

Selasa, 7 Mei 2024 - 21:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali di raih Pemprov Kalsel dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2023, pada Paripurna DPRD Kalsel, pada Senin (6/5/2024).

Sambutan BPK RI yang dibacakan melalui Kepala Perwakilan BPK Provinsi Kalsel, Rahmadi S.E., M.M., Ak., CA, CSFA. terkait dengan prestasi Provinsi Kalsel yang mampu mempertahankan WTP hingga 11 kali berturut-turut

Dengan memperhatikan kriteria kesesuaian mengacu Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Kemudian, kriteria kecukupan pengungkapan, efektifitas sistem pengendalian intern dan kepatuhan pada aturan perundang-undangan sebelum hasil akhirnya disimpulkan opini diberikan dengan predikat WTP.

Adapun catatan perbaikan yang harus diperbaiki tersebut yakni terkait administrasi ringan karena kelemahan personil.

Kemudian penyajian pencatatan aset daerah yang masih harus diperbaiki.

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Dr. (H.C.) H. Supian HK. SH MH. mengatakan bahwa pencapaian ini adalah prestasi bersama baik kesuksesan eksekutif tidak terlepas dari kesuksesan legislatif, dan begitu pula sebaliknya.

Baca Juga :   TAHUN 2025, Bank Kalsel Hadirkan Empat Produk Baru

“Kerja sama yang baik ini akan selalu terjalin untuk kesuksesan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di banua,” katanya Usai memimpin rapat Paripurna DPRD Kalsel.

Wakil Gubernur Kalsel Muhidin yang menerima WTP mengatakan, pihaknya bersyukur karena Pemprov Kalsel telah berhasil meraih opini WTP sebelas kali berturut-turut.

“Alhamdulillah, opini WTP sebelas kali berturut-turut, ini berkat dukungan semua pihak dan kami siap menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan,” ujar Muhidin.

Dikatakan Muhidin, meski meraih opini WTP, tetapi BPK RI masih menemukan beberapa permasalahan yang harus jadi perhatian namun tidak mempengaruhi keseluruhan kewajaran penyajian laporan keuangan yang dimaksud dan Rekomendasi dilakukan 60 hari setelah LHP diterima. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin
DUGAAN PERSETUBUHAN Terungkap Lewat Ponsel
TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan
DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab
TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan
RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:02

DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Kamis, 16 April 2026 - 22:51

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Kamis, 16 April 2026 - 22:18

DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab

Kamis, 16 April 2026 - 21:52

TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca