SATU PERKARA Penganiayaan di Wilayah Kejati Kalsel Dihentikan

- Penulis

Senin, 13 Mei 2024 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kspose dihadiri Asisten Tindak Pidana Umum, H Ramdhanu D. SH MH, Senin (13/5/2024) (SuarIndonesia/Ist)

kspose dihadiri Asisten Tindak Pidana Umum, H Ramdhanu D. SH MH, Senin (13/5/2024) (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Satu perkara penganiyaan di Wilayah Kejati Kalsel (Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan)  dihentikan berdasarkan Keadilan Restorative, Senin (13/5/2024).

Dimana semua setelah disetuji Direktur TP Orang dan Harta Benda pada Jaksa Agung Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI, Nanang Ibrahim Soleh, SH MH dan semua dilaksanakan berdasarkan hasil ekspose dihadiri Asisten Tindak Pidana Umum, H Ramdhanu D. SH MH.

Adapun penghentian penuntutan tersebut telah disetujui perkara  di Kejaksaan Ngeri Tapin dengan tersangka Alfian Haris , yang disangka melanggar Pasal 44 Ayat (1) UU No 23 Tahun 2004 tentang PKDRT atau Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana.

Kasusmnya berawal pada Jumat 1 Maret 2024 di Jalan Pelita RT. 01 RW. 001 Desa Mandurian, Kecamatan Tapin Tengah.

Tersangka   yang merupakan anak kandung dari saksi korban Suyatno menghampiri korban sambil menggerutu.

Kemudian dikarenakan  korban dalam keadaan Lelah sepulang bekerja, merasa emosi lalu memukul terdakwa sebanyak satu kali mengenai bagian pipi.

Lalu tersangka pergi ke kamarnya sebilah bilah senjata tajam jenis pisau, sedangkan korban sempat pergi ke belakang rumah untuk mengambil kayu.

Baca Juga :   KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Setelah itu saksi korban kembali ke dalam rumah dan kembali memukul tersangka sebanyak dua kali dengann kayu mengenai bagian kepala tersangka yang menimbulkan luka.

Tersangka dalam posisi duduk setelah telungkup dan melindungi diri dengan menggunakan pisau yang diambil sebelumnya dan secara tak sengaja mengenai bagian perut saksi korban.

Tersangka merasa kaget setelah melihat korban mengalami luka kemudian tmembawa korban ke RSUD Datu Sanggul Tapin untuk mendapatkan perawatan.

Dalam proses hukum ingga adanya perdamaian, tidak dilanjutkan ke proses. persidangan dan pertimbangan lainnya, hingga perkaranya dihentikan. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMENHUB DESAK ASURANSI P&I Tunjuk Mitra Lokal Angkat Bangkai KM Virgo Transport 8
BASARNAS TUTUP OPERASI SAR KM Virgo, 53 Korban Masih Belum Ditemukan
DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”
AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas
DORONG Titian Jalan dan Wisata Kerbau Rawa, Ketua DPRD Kalsel Serap Aspirasi Warga Paminggir
DPRD Kalsel Bahas Perbaikan Jalan Banua Anam
MENSESNEG PRASETYO: Penyadapan Listyo Sigit Cs Dikategorikan Makar
REFORMASI POLRI di Persimpangan antara Kekuasaan dan Kepercayaan Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:47

TERCATAT 401.586 KASUS Kumulatif Ispa Akibat Karhutla

Rabu, 4 November 2026 - 23:08

BANJIR-LONGSOR Landa Wilayah Perbatasan Entikong, 2 Rumah Roboh

Rabu, 4 November 2026 - 22:05

DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Rabu, 4 November 2026 - 21:54

AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 20:37

HELIKOPTER Mi-17 Diduga Alami Gangguan Teknis saat Ambil Air

Rabu, 4 November 2026 - 18:50

KAPOLSEK Banjarmasin Timur Ajak Warga Dialog di Bawah Jembatan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

DIHENTIKAN Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Tercatat 53 Orang Belum Ditemukan

Rabu, 4 November 2026 - 18:15

HELIKOPTER TNI Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla di Kalteng

Berita Terbaru