Suarindonesia – Sentuhan tangan tangan kreatif dari proses packaging dan marketing dalam suatu produksi kain sasirangan sangat diperlukan, karena akan berpengaruh penting bagi produk dan kualitasnya.
Oleh karena itu Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Kamis (7/3) menggelar diskusi sasirangan yang bertajuk Meningkatkan Produksi dan Penjualan Sasirangan Dalam Satu Atap.
Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina yang tampil dalam keynote speaker mengatakan Forum Diskusi Sasirangan yang digelar untuk menunjang para pengrajin Sasirangan di Kota Banjarmasin agar lebih bisa membuat suatu produk menjadi lebih bernilai.
“Kita tahu dari tangan dua Narasumber hari ini satu teh sebelum dikemas harganya 2000 rupiah dan setelah dilakukan pengemasan menjadi 50.000 rupiah ini yang kita mau untuk para pengrajin Sasirangan agar dipoles benar benar oleh ahli dibidangnya, sehingga menjadi lebih bernilai dari sebelumnya,” ucap Walikota H Ibnu Sina dihadapan 40 Pengrajin dan Para Desainer di Aula Kayuh Baimbai Banjarmasin, Kamis (7/3) siang.

Jadi packaging, marketing tak kalah penting. Bahkan akan mampu menembus go internasional, sehingga harus memberikan kemasan, dan strategis pemasarannya supaya menembus pasar internasional.
“Oleh karena itu kita jangan asal asalan harus tau dan mengukur standar mutu, harus tau selera pasaran sehingga produk suatu kreatifitas para pengrajin termasuk pengrajin sasirangan ini mampu berkembang dan bersaing di pasar kain nusantara,” papar Ibnu.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah yang juga menjadi peserta diskusi aktif di Aula Kayuh Baimbai mengaku bersyukur karena, semua peserta bazar expo Banjarmasin Sasirangan Festival tahun 2019.
“Terus teran ada sekitar 40 pengrajin sasirangan yang ikut dalam diskusi kali ini, dan mereka tidak lain adalah peserta dari BSF expo di siring Tendean yang berlangsung dari tanggal 6 maret kemaren hingga tanggal 10 maret 2019 mendatang,” ujarnya.
Menurut istri Walikota ini, pasca Grand Opening Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2019 tadi malam, Forum Diskusi Sasirangan digelar dihadirkan narasumber Raden Kusdini Nurdiati, konsultan kemasan produk dari IDEA Grafis dari kota Bandung dan Reza B Surianegara, konsultan marketing.

Bahkan dalam diskusi itu juga dipaparkan pengemasan produk jualan untuk mendapat nilai tambah dengan tampilan lebih menarik. Seperti yang telah diterapkan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), mengemas sedemikian rupa dengan packaging yang apik agar terlihat menarik untuk meningkatkan pemasaran.
Karena, Kain Sasirangan akan terlihat lebih tinggi nilainya jika mampu memasarkan produk dengan mengemas dan membuatnya sedemikian rupa, agar terlihat lebih menarik lagi.
“Karena Kain Sasirangan identik dengan warna yang cerah, jadi inovasi baru membuat Kain Sasirangan terlihat lebih soft warnanya sesuai tren fashion zaman sekarang,” katanya.
Ia pun menginginkan para perajin Kain Sasirangan bisa mengubah pewarnaannya dengan menggunakan pewarna alami yang jauh lebih bagus lagi untuk diproduksi sampai dipasarkan.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















