Sasirangan Dorong Tembus Pasar Dunia

- Penulis

Jumat, 8 Maret 2019 - 00:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Sentuhan tangan tangan kreatif dari proses packaging dan marketing dalam suatu produksi kain sasirangan sangat diperlukan, karena akan berpengaruh penting bagi produk dan kualitasnya.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Kamis (7/3) menggelar diskusi sasirangan yang bertajuk Meningkatkan Produksi dan Penjualan Sasirangan Dalam Satu Atap.

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina yang tampil dalam keynote speaker mengatakan Forum Diskusi Sasirangan yang digelar untuk menunjang para pengrajin Sasirangan di Kota Banjarmasin agar lebih bisa membuat suatu produk menjadi lebih bernilai.

“Kita tahu dari tangan dua Narasumber hari ini satu teh sebelum dikemas harganya 2000 rupiah dan setelah dilakukan pengemasan menjadi 50.000 rupiah ini yang kita mau untuk para pengrajin Sasirangan agar dipoles benar benar oleh ahli dibidangnya, sehingga menjadi lebih bernilai dari sebelumnya,” ucap Walikota H Ibnu Sina dihadapan 40 Pengrajin dan Para Desainer di Aula Kayuh Baimbai Banjarmasin, Kamis (7/3) siang.

Jadi packaging, marketing tak kalah penting. Bahkan akan mampu menembus go internasional, sehingga harus memberikan kemasan, dan strategis pemasarannya supaya menembus pasar internasional.

“Oleh karena itu kita jangan asal asalan harus tau dan mengukur standar mutu, harus tau selera pasaran sehingga produk suatu kreatifitas para pengrajin termasuk pengrajin sasirangan ini mampu berkembang dan bersaing di pasar kain nusantara,” papar Ibnu.

Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah yang juga menjadi peserta diskusi aktif di Aula Kayuh Baimbai mengaku bersyukur karena, semua peserta bazar expo Banjarmasin Sasirangan Festival tahun 2019.

“Terus teran ada sekitar 40 pengrajin sasirangan yang ikut dalam diskusi kali ini, dan mereka tidak lain adalah peserta dari BSF expo di siring Tendean yang berlangsung dari tanggal 6 maret kemaren hingga tanggal 10 maret 2019 mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :   SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Menurut istri Walikota ini, pasca Grand Opening Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2019 tadi malam, Forum Diskusi Sasirangan digelar dihadirkan narasumber Raden Kusdini Nurdiati, konsultan kemasan produk dari IDEA Grafis dari kota Bandung dan Reza B Surianegara, konsultan marketing.

Bahkan dalam diskusi itu juga dipaparkan pengemasan produk jualan untuk mendapat nilai tambah dengan tampilan lebih menarik. Seperti yang telah diterapkan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), mengemas sedemikian rupa dengan packaging yang apik agar terlihat menarik untuk meningkatkan pemasaran.

Karena, Kain Sasirangan akan terlihat lebih tinggi nilainya jika mampu memasarkan produk dengan mengemas dan membuatnya sedemikian rupa, agar terlihat lebih menarik lagi.

“Karena Kain Sasirangan identik dengan warna yang cerah, jadi inovasi baru membuat Kain Sasirangan terlihat lebih soft warnanya sesuai tren fashion zaman sekarang,” katanya.

Ia pun menginginkan para perajin Kain Sasirangan bisa mengubah pewarnaannya dengan menggunakan pewarna alami yang jauh lebih bagus lagi untuk diproduksi sampai dipasarkan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ALMARHUM Rudy Ariffin Semasanya Sosok Karismatik, Ini Deretan Capaian Dihasilkan dari Kepemimpinan
DUGAAN SUAP Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin
KOBARAN API Hanguskan Empat Rumah, Diduga Akibat Korsleting Listrik
KEJATI KALSEL Kawal Proyek Strategis 90 Triliun hingga Pemulihan Keuangan Negara 16,3 Miliar
DITERAPKAN Polda Kalsel Inovasi Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut
DISEBAR ke Berbagai Daerah di Kalsel Pasis Sesko TNI Penanganan Karhutla dan kabut Asap
PASIS SESKO TNI Turun ke Kalsel, Edukasi Siswa soal Bahaya Karhutla di Lahan Gambut
PROGRES RUU Ketenagakerjaan Masih “On Schedule”

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:08

KENANGAN Haris Makkie pada Almahum H Rudy Ariffin, Sempat Membahas soal Perkembangan Pembangunan Kalsel

Minggu, 6 September 2026 - 14:53

ALMARHUM Rudy Ariffin Semasanya Sosok Karismatik, Ini Deretan Capaian Dihasilkan dari Kepemimpinan

Minggu, 6 September 2026 - 14:43

KALSEL BERDUKA, Gubernur Periode 2005 — 2015 Berpulang ke Rahmatullah

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:12

RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca