Sampah Plastik Ancam Ekologi Laut, 80 Persen dari Daratan

- Penulis

Rabu, 31 Oktober 2018 - 21:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia- Menteri Kordinator Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan 80 persen sampah plastik di laut pada umumnya berasal dari darat. Karena itulah, menjadi kekhwatiran bersama karena sampah plastik mengancam ekologi kelautan.

Dari catatan Kementerian Kordinator Kemaritiman Republik Indonesia, 38 Juta ton sampah setiap tahunnya tercatat 80% sampah jenis plastik berasal dari darat dan 30% dari sampah yang berasal dari darat tersebut bocor ke laut.

“Biasanya sampah plastik, tak mudah terurai yang kita khawatirkan kalau dimakan ikan, sehingga akan terkontaminasi biota perairan. Karena mikroplastik dapat menyerap dan melepaskan bahan kimia yang beracun dan berbahaya, di mana konsumen akhirnya adalah manusia,” ujar Luhut pada dalam rangka rapat kordinasi bersama Pemerintah Kota Banjarmasin untuk membahas penanganan sampah padat di kawasan regional perkotaan dan destinasi pariwisata, di Kota Calamus Hottel Rattan In Rabu (31/10).

Di hadapan Walikota H Ibnu Sina dan SKPD di lingkungan Pemko Banjarmasin, Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan, jika sudah demikian, akan sangat bahaya. Jika ikan yang makan, kemudian dikonsumsi manusia, karena tak bisa diurai yang berpotensi penyakit stunting atau tumbuh pendek. “Kita ngak mau terjadi hal ini karena itulah sampah plastik menjadi musuh bersama,’’ katanya.

Karena itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi Pemko Banjarmasin yang turut mendukung dalam mensosialisasikan kepada warganya guna mengurangi sampah plastik yang menjadi musuh bersama.

“Makanya perlunya sosialisasi pemerintah ke masyarakat demi menjaga generasi selanjutnya agar tidak terkontaminasi. Kita harus lakukan bersama-sama, supaya masyarakat kita sadar tak membuang sampah plastik disungai atau mengalir sampai laut,” kata Luhut.

Menteri yang akrab disapa LHP ini, mengaku meminta kepala daerah di Indonesia berupaya menangani sampah yang baik dan tepat. Misalnya, dengan mengumpulkan, memilah hingga mendaur ulang.

Karena, menurut Luhut, limbah sampah bisa dimanfaatkan untuk campuran aspal dan menjadi energi listrik yang dialirkan ke rumah-rumah atau pabrik. “Banyak yang bisa dilakukan, di samping mengurangi sampah,” ucapnya.

Baca Juga :   KEPERGOK Ingin Curi Helm Dikejar Warga Berakhir Terjun ke Sungai Martapura

Malah, untuk menangani permasalahan tersebut, Luhut ingin mengganti kantong plastik dengan bahan baku alami seperti menggunakan bahan singkong, rumput laut, dan minyak kelapa. Dengan begitu, diharapkan plastik dengan mudah bisa terurai.

Sedangkan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina menyebutkan Banjarmasin sebagai kota pioner di Kalimantan Selatan dalam penerapan larangan pemakaian kantong plastik pada retail modern sudah berjalan sejak 2016 lalu.

“Kami sudah menerapkan larangan penggunaan sampah berdasar Perwali No 18 tahun 2016 dan ini sebagai pencegahan pengurangan atas kouta sampah yang semakin bertambah baik di lokal maupun nasional,” ucap Ibnu Sina.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Drs H Muchyar menyampaikan siap mendukung pengurangan sampah terutama di regional Kota Banjarmasin, untuk menjadikan Kota Banjarmasin sebagai percontohan kota bebas sampah.

“Kita sudah lakukan pengurangan 1 ton sampah per harinya untuk kota Banjarmasin. Semoga ke depan semakin berkurang dan Banjarmasin bisa menjadi percontohan kota bebas sampah se Indonesia,” ungkap Muchyar.

Selain melakukan rapat kordinasi, Menteri Luhut juga meninjau retail retail modern di KOta Banjarmasin seperti Giant Express yang terletak di Jalan A Yani KM 5, Banjarmasin Timur sekaligus memantau dan memastikan larangan kantong plastik apakah diberlakukan, kemudian dilanjutkan meninjau TPS 3 R di Komplek Aldi Citra Persada di Mantuil.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin
PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar
DUGAAN SUAP Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin
KOBARAN API Hanguskan Empat Rumah, Diduga Akibat Korsleting Listrik
TEREKAM CCTV Aksi Bakar Lahan, Pria Warga Jalan Pramuka Diamankan Polisi
PRIA PEMABUK Diduga Bakar Toko Bumper Mobil hingga Kerugian Ditaksir 1 Miliar
KETUA – PENGURUS PMI Banjarmasin Dilantik di Tengah Polemik dan Proses Hukum Gugatan
DUA RAPERDA Strategis Sepakati DPRD Kalsel

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca