SALING BERSAKSI Dua Terdakwa di Perkara OTT PUPRP di Kabupaten HSU

Bagikan :
SALING BERSAKSI Dua Terdakwa di Perkara OTT PUPRP di Kabupaten HSU

SuarIndonesia – Dua terdakwa dalam perkara OTT (Operasi Tangkap tangan) di PUPRP Kabupaten HSU (Hulu Sungai Utara) yakni Marhaini selaku Direktur CV Hanamas dan Farhani selaku Direktur CV Kalpataru, saling bersaksi sebagai saksi mahkota.

Pada prinsipnya kedua saksi mengakui untuk mendapatkan pekerjaan di Dinas PUPRP bukan rahasia umum lagi haru membayar fee 15 persen.

Farhani bersaksi terhadap terdakwa Marhaini dan sebaliknya Marhaini bersaksi atas terdakwa Farhani.

Kedua bersaksi pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Rabu (19/1/2022), di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak yang didamping hakim A Gawe dan Arif Winarno

Untuk menyerahkan fee tersebut menurut Farhani uangnya diserahkan kepada Mujib yang memrupakan orang suruhan dari Plt Kepala Dinas PUPRP HSU Maliki.

Tetapi mereka tidak mengetahui kemana uang tersebut selanjutnya dan hal ini dilakukan karena bila tidak dapat membayar fee sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

“Dan sebelumnya kami melakukan pertemuan dengan Plt Kepala Dinas PUPRP dan syaratnya antara lain sanggup membayar fee,’’ ujar saksi Farhani

Kedua terdakwa tersebut menurut dakwaan mengadakan pertemuan dengan Plt Kepala PUPRP (Pekerjan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan) Kabupaten HSU, Maliki.

Dalam pertemuan tersebut disepakati kalau kedua terdakwa masing masing akan memperoleh proyek tetapi menurut Maliki pihak Bupati minta fee seebar 15 persen dari nilai proyek.

Proyek yang akan dikerjakan tersebut di tahun 2021, diantaranya ada pekerjaan rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Kayakah Desa Kayakah Kec Amuntai Selatan dengan nilai pagu Rp 2 M.

Atas persetujuan Abdul Wahid akhirnya perusahaan terdakwa CV Kalpataru ditunjuk sebagai pemenang pekerjaan dengan nilai pekerjaan sebesar Rp1.555.503.400.

Dan berdasarkan kesepakatan, setelah pencairan uang muka sebesar Rp 346.453.030. terdakwa melalui Mujib Rianto menyerahkan fee pertama sebesar Rp 70 juta kepada Abdul Wahid melalui Maliki.

Demikian juga setelah pencairan termin I sebesar Rp 1.006.017.752 terdakwa melalui M.Mujib Rianto juga menyerahkan uang fee sebesar Rp 170.000.000.kepada Abdul Wahid melalui Maliki.

Sementara Marhaini selaku Direktur CV Hanamas juga memberikan fee secara bertahap dengan nilai keseluruhan Rp 300 juta kepada Abdul Wahid.

Atas persetujuan Abdul perusahaan terdakwa yakni CV Hanamas ditunjuk sebagai pemenang pekerjaan dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 1.971.579.000. Penyerahan uang Rp300 juta tersebut dilakukan terdakwa secara bertahap.

Sesuai kesepakatan setelah uang pencairan uang muka sebesar Rp 526.949.297..terdakwa melalui M.Mujib Rianto menyerahkan uang fee sebesar Rp 125 juta kepada Abdul Wahid melalui Maliki.

Demikian juga setelah pencairan termin I sebesar Rp 676.071.352,-terdakwa melalui M Mujib Risnto telah menyerahkan uang fee sebesar Rp 175 juta kepada Abdul Wahid. (HD)

 225 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.