Suarindonesia- Rumah sakit di Kalsel mulai menyiapkan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian omicron.
Belajar dari pengalaman lonjakan kasus gelombang kedua akibat variab delta, maka tiga hal penting mulai dipersiapkan fasilitas kesehatan.
Pertama ruangan perawatan, sarana prasarana dan sumber daya manusia yang di dalamnya meliputi oksigen, dan obat-obatan.
Bahkan, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, HM. Muslim, seluruh rumah sakit di 13 kabupaten kota sudah diberikan peringatan melalui edaran terkait ancaman lonjalan kasus akibat varian omicron.
“Data secara nasional yang terkonfirmasi varian omicron se Indonesia 250 an orang. Kebanyakan memang pelaku perjalanan luar negeri,” jelas Muslim, Kamis (6/1/2022).
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, sekaligus Direktur RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, Dr. Izaak Zoelkarnaen Akbar, menambahkan dalam rangka menghadapi varian omnicron pihaknya sudah melakukan penambahan kapasitas dan fasilitas layanan.
“Untuk kesiapan tempat tidur di RSUD Ulin Banjarmasin maksimal 500 tempat tidur, dan RSUD Ansari Saleh sebanyak 230 tempat tidur,” katanya.
Ditambahkannya, ruang isolasi sudah dibangun dan juga sudah siap. Sekarang ruang isolasi standby namun tidak difungsikan (lockdown). Jika suatu waktu ada pasien Covid-19 termasuk Varian Omnicron yang masuk bisa secepatnya di tangani karena Rumah Sakit Ulin Banjarmasin dan Rumah Sakit Ansari Saleh sudah antisipasi dan siap.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















