RS SS Molor, Lelang RS SS Tahap Evaluasi Penawaran

- Penulis

Kamis, 9 Mei 2019 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pelaksanaan lelang proyek pembangunan Pemerintah Kota Banjarmasin tahun 2019, khususnya lanjutan penyelesaian Rumah Sakit Sultan Suriansyah (RS SS) yang ditunggu-tunggu masyarakat banyak pihak menilai sangat lambat dan waktunya molor.

Bahkan proyek prioritas era kepemimpinan Walikota H Ibnu Sina dan wakilnya H Hermansyah yang dijadwalkan rampung 24 September bertepatan Hari Jadi Kota Banjarmasin tahun 2019, dipastikan molor dalam pelaksaan pekerjaan. Karena sampai 8 Mei pelaksanaan lelang dikabarkan masih tahap evaluasi penawaran.

Padahal nilai pekerjaan proyek pembangunan dengan pagu sebesar Rp75 miliar lebih ini, tahun 2018 memang pekerjaan tersebut sempat gagal lelang yang dikarenakan tak ada perusahaan lulus evaluasi penawaran. Tetapi dengan pembenahan dan penyempurnaan di tahun 2019, sampai sekarang masih tayang di wibesite lpse.banjarmasinkota.go.id.

Bahkan, penawar proyek pembangunan Rumah Sakit milik Pemko Banjarmasin sampai sekarang jumlah penawar yang masuk hanya ada empat perusahaan dan sampai sekarang masih tahap evaluasi penawaran.

Namun kabar santer yang beredar lambatnya layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) berdalih bukan di instansi LPSE tetapi adanya perubahan mekanisme pengusulan. “Kalau dulu cukup menyerahkan data ke kita dan diproses oleh pokja mulai pengimputan semua dilakukan pokja dan tayang di wibesite lpse,’’ ujar Kabag Pelayanan Pengadaan Pemko Banjarmasin, Ir Hj Zuraida kepada awak media, di Banjarmasin, Kamis (09/05/2019) siang.

Jadi, lambatnya pelaksanaan lelang proyek Rumah Sakit, salah salah diprediksi adanya perubahan mekanisme pengusulan. Bila tahun 2019 dari 133 paket jumlah proyek yang akan dikerjakan hingga awal Mei yang baru 38 paket dari data 65 paket yang masuk di LPSE.

Baca Juga :   PASTIKAN LAYAAN Cepat dan Transparan, Kapolresta Banjarmasin Turun Langsung Memantau

Berbeda dengan tahun sebelumnya data masuk yang melakukan pemeriksaan dan menginput dilakukan LPSE. “Tetapi mulai tahun 2019 data setelah masuk diproses oleh Pokja yang semunya dilakukan oleh PPK yang ada di SKPD masing-masing,’’ katanya.

Jadi, pada umumnya sekarang ini banyak pekerjaan atau paket yang masih dilakukan kaji ulang dan pejabat pembuat komitmen di masing-masing SKPD. “Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa Pemerintah Kota Banjarmasin saja sehingga sifatnya hanya menunggu saja semua yang bekerja di pokja dan PPK di masing-masing SKPD,’’ ujarnya.

Karena, ujarnya, LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. “Kalau terlambat dan kesalahan data semua itu bukan di LPSE tetapi ada di tangan SKPD masing-masing pemilik proyek, karena LPSE sudah sosialisasi, dan kami juga siap bantu apabila SKPD kesulitan dalam proses melakukan input data,’’ demikian Kabag Pelayanan Pengadaan Pemko Banjarmasin, Ir Hj Zuraida.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca