Romi Sempat Berupaya Kabur Saat Tahu OTT KPK

- Penulis

Sabtu, 16 Maret 2019 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PPP Romahurmuziy sempat berupaya melarikan diri saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menangkapnya. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Suarindonesia – Ketua Umum PPP Romahurmuziy sempat berupaya melarikan diri saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menangkapnya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Muhammad Laode Syarief saat memaparkan kronologi penangkapan Romi.

Laode bercerita pada saat kejadian tim KPK di lapangan sudah menyampaikan kepada Romi agar tidak membuat kegaduhan. Akan tetapi pada praktiknya, Romi justru berniat kabur.

“Tapi memang beliau pergi ke tempat lain, bukan datang menemui,” kata Laode di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (16/3).

Dari penuturan Laode, saat itu Romi sedang berada di sebuah restoran hotel untuk sarapan. Tim KPK sudah menyampaikan pesan kepada Romi agar menemui mereka di luar restoran.

Juru bicara KPK Febri Diansyah melengkapi bahwa Romi berusaha melarikan diri ketika menyadari ada tim KPK di sana. Anggota DPR RI Komisi XI itu kemudian beranjak dari posisi semula yang sedang duduk menuju luar hotel dengan berjalan kaki.

Ada gelagat kabur, pada saat itu pula tim KPK memutuskan mengejar Romi.

Baca Juga :   KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

“Karena pihak yang akan diamankan itu berpindah tempat tentu tim KPK menghampirinya,” cetus Febri.

Romi pun akhirnya ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Ada lima orang lain yang turut dicokok oleh komisi antirasuah. Dua di antaranya adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Adapun barang bukti yang diperoleh KPK dalam operasi itu adalah uang berjumlah Rp156.758.000.

Dalam kasus dugaan jual beli jabatan ini, Haris dan Muafaq diduga berperan sebagai pemberi suap, sementara Romi sebagai penerima. KPK sudah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1
MENTAN: BANTUAN ALSINTAN Gratis, Masyarakat Lapor Bila Ada Pelanggaran
RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
TEMAJUK JADI PINTU Pariwisata Indonesia-Malaysia

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38