SuarIndonesia – Mati massal ikan di jala apung di kawasan Kecamatan Karang Intan menjadi perhatian Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel.
Meski tidak berwenang secara langsung menangani perikanan, DKP Kalsel mengambil langkah memberikan himbauan kepada dinas terkait di Kabupaten Banjar.
Selain itu, DKP Kalsel dalam waktu dekat juga akan melakukan uji laboratorium.
“Uji laboratorium akan kami laksanakan untuk air di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.
Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah ada hasilnya,” kata Kepala DKP Kalsel, Syaiful Azhari, Kamis (17/10).
Dijelaskan Syaiful Azhari, pihaknya hanya bisa menghimbau kepada seluruh petani pembudidaya ikan di Kabupaten banjar dan Banjarmasin agar melakukan pengurangan kepadatan penebaran ikan.
Selain itu pola pemberikan pakan ikan dikurangi karena pakan yang berlebihan menjadi racun di air.
“Kondisi kemarau seperti saat ini air sungai mulai surut dan menyebabkan kadar oksigen semakin sedikit, sehingga ikan sulit bernapas,” urainya.
Terpisah, Sodiqin salah satu pemilik jalan apung di Kecamatan Karan Intan mengaku hanya bisa pasrah ikan miliknya banyak yang mati.
“Sudah beberapa hari terakhir ikan kami banyak yang mati. Kalau dihitung kerugian sampai ratusan juta,” ujarnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















