RIBUAN BURUH Bakal Tolak Upah Murah dan Minta Hadirkan Gubernur

- Penulis

Kamis, 25 November 2021 - 04:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Ribuan buruh di Kalimantan Selatan bakal menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (25/11/2021).

Aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk penolakan para kaum buruh atas upah murah yang didapat selama bekerja sebagai karyawan di tempat kerjanya

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto, pun memastikan bahwa setidaknya ada 2.000 buruh yang bakal menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Lambung Mangkurat.

“Titik kumpul di Lapangan Kamboja jam 11 siang. Dari situ, long march ke Gedung DPRD Kalsel,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Rabu (24/11/2021).

Selain menolak upah murah, massa aksi juga melayangkan tuntutan untuk pencabutan SE Menaker dan Mendagri RI serta SK Gubernur Kalsel, terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Lalu, meminta agar UMP Kalsel Tahun 2022 itu naik. Dari lima sampai delapan persen.

Seperti diketahui, UMP Kalsel di Tahun 2022, yaknu sebesar Rp2.906.473,32 atau naik 1,01 persen. Jika dirupiahkan, hanya naik Rp29 ribu dari UMP tahun sebelumnya.

UMP Rp2.9 juta per bulan itu mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2022 mendatang.

Disinggung apakah ada kemungkinan SK itu dicabut atau dianulir? Yoeyoen mengatakan, pencabutan atau penganuliran SK itu pernah terjadi di Kalsel.

Kemudian menurutnya, gerakan aksi unjuk rasa yang dilakukan tidak hanya dilakukan di Kalsel. Tapi merata di seluruh daerah di Indonesia.

“Karena SE yang dikeluarkan Menaker itu sudah seperti surat sakti saja. Kami melihat, itu sudah seperti intervensi pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Dan itu akan kami lawan,” tegasnya.

Baca Juga :   GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Di sisi lain, dalam tuntutan massa aksi, pihaknya juga meminta agar DPRD Kalsel bisa menghadirkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor ke hadapan mereka untuk menanggapi keluhan pihaknya.

“Kami ingin, wakil rakyat tidak hanya sekedar menampung-menampung aspirasi saja. Tapi juga berbuat. Kami meminta kepada DPRD Kalsel untuk bisa menghadirkan gubernur,” tekannya.

Lebih jauh, Yoeyoen juga berharap, DPRD Kalsel bisa menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Termasuk, menyampaikan apa yang menjadi aspirasi buruh.

“Dan apabila tuntutan kami tidak dipenuhi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, aksi serupa tentu akan berlanjut,” janjinya.

Hal itu diungkapkan Yoeyoen bukan tanpa alasan, lantaran menurutnya aksi unjuk rasa yang digelar bukan hanya untuk kepentingan kaum buruh. Tapi juga untuk kemaslahatan seluruh masyarakat.

Yoeyoen menilai upah murah membuat daya beli masyarakat menurun. Imbasnya, tentu akan mengganggu perekonomian. Lebih jauh, kenaikan upah yang sudah ditetapkan itu pun menurutnya adalah sebuah penghinaan bagi kaum buruh.

“Niknya hanya sekadar 1,01 persen saja. Dan itu hampir merata di seluruh Indonesia. Bayangkan, per hari hanya naik Rp967 per hari. Untuk beli kopi atau teh es saja tidak cukup. Bayar parkir pun nombok. Apakah itu yang dikatakan layak?” cecarnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca