Resmob Ringkus Pelaku Hipnotis

Resmob Ringkus Pelaku Hipnotis

DIRINGKUS –Dua pelaku hipnotis diringkus anggota Polres HST. Wakapolres, Kompol Sarjaini, ketika memberikan keterangan. (Foto :Ist/Suarindonesia.com)

 

Suarindonesia – Pengunjung Pasar Garuda Barabai, Senin (12/11) sekitar pukul 12.15 WITA, dibuat heboh.

Karena adanya sejumlah anggota Resmob Polres Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan penyergapan serta meringkus WhatsApp Image 2018-11-12 at 5.03.28 AM pelaku hipnotis.

Dari keterangan, pelaku diringkus, setelah petugas melakukan pengintaian dan menghentikan mobil pelaku.

Tersangka pelaku berinisial Dn (35), beralamat tinggal di Jalan Ade Irma Suryani RT 06 Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan RE (43) warga Jalan Lampihong Kabupaten Balangan.

Barang bukti berhasil diamankan, satu buah mobil jenis Toyota Avanza berwarna putih beserta STNK, satu buah jam tangan merk Diesel hasil tindak kejahatan dan jam tangan merk Alexsander Chistie.

Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP dengan tuntutan 4 Tahun penjara.

 

Sementara Kapolres HST, AKBP Saban Atmojo, melalui Wakapolres, Kompol Sarjaini didampingi Kasat Reskrim, Iptu Sandi mengatakan, saat itu tersangka sempat hendak kabur, dan penangkapan berjalan lancar.

“Selama kedua pelaku dicari dan anggota berhasil melacak keberadaannya, hingga dilakukan penangkapan itu,’’ ujarnya.

Dikatakan, kasus hipnotis itu dilaporkan, Kamis 20 September 2018 lalu, sekitar pukul 08.30 WITA.

Korban adalah Norhayani, warga Jalan Brigjen H Hasan Basri, Bukat Rt 005 Kelurahan Bukat, Kecamatan Barabai.

Dari laporan korban, kejadian saat ia menyapu di depan rumah dan sebuah mobil Toyota Avanza putih berhenti persis di halaman rumahnya.

Salah satu turun dari mobil, dan bertanya kepada korban letak masjid Sulaha serta meminta korban untuk menunjukkan arah masjid tersebut.

Korban yang saat itu mengenakan perhiasan emas, tak menolak langsung masuk ke dalam mobil.

Di tengah perjalanan, korban diminta memeriksakan tangan kepada salah satu pria dalam mobil tersebut.

“Korban tanpa paksaan diminta menyerahkan barang berupa satu cincin seberat dua gram, 55 gram kalung emas plus mata kalung, satu gelang emas seberat 50 gram serta dimasukan dalam amplop,’’ tambah Wakapolres.

Selanjutnya, korban diturunkan di pinggir jalan, tepatnya di Jalan PH M Noor.

Setelah itu, baru sadar dan korban kaget semua perhiasan emasnya sudah lenyap.

Bahkan, lebih kaget lagi, amplop yang dia genggam di tangannya, yang dikira perhiasan emasnya, ternyata hanya berisi sejumlah batu kerikil. (ZI)

 297 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: