Suarindonesia – Rektor belum puas keberadaan jumlah Profesor dan targetkan minimal punya 100 orang Guru Besar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Kini saja, terus bertambah. Sebanyak lima orang guru besar lagi dilantik oleh Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi di Auditorium ULM Banjarbaru, Kamis (20/6).
Dengan penambahan lima guru besar ini, maka ULM sudah memiliki 48 profesor. Jumlah ini menurut Sutarto Hadi masih perlu penambahan. Ia mentargetkan minimal ULM mempunyai 100 guru besar.
Atas dasar hal tersebut, Sutarto mencetuskan program satu program studi (prodi) minimal diperkuat satu guru besar.
“Bayangkan saja prodi di ULM lebih dari seratus, jika satu prodi minimal satu guru besar maka akan menjadi kekuatan luar biasa,” ujar Sutarto.
Sutarto menyebut sebaran guru besar di prodi tidak merata, sebab ada prodi yang memiliki lebih dari satu guru besar, dan juga ada prodi yang tidak memiliki guru besar.
“Kalau guru besar bertambah maka akan memudahkan program akademik, terutama pendirian program S2 dan S3, dan yang paling penting peningkatan kualitas pembelajaran dna kualitas penelitian,” bebernya.
Ia mengatakan, beberapa prodi yang belum memiliki guru besar di antaranya psikologi, akuntansi, biologi, matematika, fisika, teknologi informasi, teknik mesin, teknik pertambangan, pendidikan kimia dan pendidikan biologi. Dikatakanya, meraih gelar profesor tidak begitu sulit, asalnya mencukupi syarat awal menyandang gelar doktor (S3).
Saat ini ULM memiliki 315 doktor dengan usia rata-rata di bawah 50 tahun. Peluang menjadi guru besar, kata Sutarto, terbuka lebar.
Ia bahkan memuji Nia Kania, salah satu guru besar yang dikukuhkan, sebab yang bersangkutan bisa naik dua tingkat dari lektor menjadi guru besar.
“Ibu Kania ini melompat dari lektor dengan kredit poin 350 langsung menjadi guru besar, tidak melewati jenjang lektor kepala dulu.
Jadi bisa melalukan lompatan, tapi syaratnya harus memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Saya menargetkan minimal 100 guru besar ini sampai akhir masa jabatan saya sebagai rektor,” urainya.
Sutarto memastikan, apabila para dosen memerluka pendanaan akan dibantu. Pihaknya sudah menyiapian dana riset, publikasi, dan konfrensi internasional, sehingga tinggal kemauan pribadi dosen untuk mengembangkan diri.
“Kampus sebesar ULM harus diperkuat banyak guru besar,” tegasnya.
Lima guru besar yang dikukuhkan pada rapat terbuka senat ULM adalah Prof Dr Abdul Halim Barkatullah yang merupakan Dekan Fakultas Hukum, Prof Dr Saladin Ghalib dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof Dr Nia Kania dari Fakultas Kedokteran, serta dua lainnya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yakni Prof Dr Ersis Warmansyah dan Prof Dr Fatchul Mu’in.
Ersis Warmansyah usai dikukuhkan mengaku penelitian dirinya menjadi guru besar mengangkat tata cara pembelajaran oleh KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, sebab menurutnya nilai pendidikan yang diberikan oleh Guru Sekumpul sama seperti yang dilakukan Rasulullah. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















