Rektor ULM Belum Puas Keberadaan Jumlah Profesor dan Targetkan Minimal Punya 100 Orang

- Penulis

Jumat, 21 Juni 2019 - 02:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Rektor belum puas keberadaan jumlah Profesor dan targetkan minimal punya 100 orang Guru Besar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kini saja, terus bertambah. Sebanyak lima orang guru besar lagi dilantik oleh Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi di Auditorium ULM Banjarbaru, Kamis (20/6).

Dengan penambahan lima guru besar ini, maka ULM sudah memiliki 48 profesor.  Jumlah ini menurut Sutarto Hadi masih perlu penambahan. Ia mentargetkan minimal ULM mempunyai 100  guru besar.

Atas dasar hal tersebut, Sutarto mencetuskan program satu program studi (prodi) minimal diperkuat satu guru besar.

“Bayangkan saja prodi di ULM lebih dari seratus, jika satu prodi minimal satu guru besar maka akan menjadi kekuatan luar biasa,” ujar Sutarto.

Sutarto menyebut sebaran guru besar di prodi tidak merata, sebab ada prodi yang memiliki lebih dari satu guru besar,  dan juga ada prodi yang tidak memiliki guru besar.

“Kalau guru besar bertambah maka akan memudahkan program akademik, terutama pendirian program S2 dan S3, dan yang paling penting peningkatan kualitas pembelajaran dna kualitas penelitian,” bebernya.

Ia mengatakan, beberapa prodi yang belum memiliki guru besar di antaranya psikologi, akuntansi, biologi,  matematika, fisika, teknologi informasi,  teknik mesin, teknik pertambangan,  pendidikan kimia dan pendidikan biologi. Dikatakanya, meraih gelar profesor tidak begitu sulit, asalnya mencukupi syarat awal menyandang gelar doktor (S3).

Saat ini ULM memiliki 315 doktor dengan usia rata-rata di bawah 50 tahun.  Peluang menjadi guru besar, kata Sutarto, terbuka lebar.

Ia bahkan memuji Nia Kania, salah satu guru besar yang dikukuhkan, sebab yang bersangkutan bisa naik dua tingkat dari lektor menjadi guru besar.

Baca Juga :   BERAWAL CANDAAN Berujung Pembunuhan, Ini Ungkapan Pelaku saat Rekaulang

“Ibu Kania ini melompat dari lektor dengan kredit poin 350 langsung menjadi guru besar, tidak melewati jenjang lektor kepala dulu.

Jadi bisa melalukan lompatan, tapi syaratnya harus memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Saya menargetkan minimal 100 guru besar ini sampai akhir masa jabatan saya sebagai rektor,” urainya.

Sutarto memastikan, apabila para dosen memerluka pendanaan akan dibantu. Pihaknya sudah menyiapian dana riset,  publikasi, dan konfrensi internasional, sehingga tinggal kemauan pribadi dosen untuk mengembangkan diri.

“Kampus sebesar ULM harus diperkuat banyak guru besar,” tegasnya.

Lima guru besar yang dikukuhkan pada rapat terbuka senat ULM adalah Prof Dr Abdul Halim Barkatullah yang merupakan Dekan Fakultas Hukum, Prof Dr Saladin Ghalib dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof Dr Nia Kania dari Fakultas Kedokteran, serta dua lainnya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yakni Prof Dr Ersis Warmansyah dan Prof Dr Fatchul Mu’in.

Ersis Warmansyah usai dikukuhkan mengaku penelitian dirinya menjadi guru besar mengangkat tata cara pembelajaran oleh KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani,  sebab menurutnya nilai pendidikan yang diberikan oleh Guru Sekumpul sama seperti yang dilakukan Rasulullah.   (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!
BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan
PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:36

SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Kamis, 10 September 2026 - 21:58

DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca