SuarIndonesia — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) dan Tim Implementing Partner FOLU Net Sink 2030 melaksanakan program rehabilitasi hutan dan lahan pada tiga desa di kawasan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Dishut Kalsel Engkos Koswara di Banjarbaru, Jumat (18/7/2025), mengatakan sebagai tahap awal, pihaknya bersama Tim FOLU kerja sama dengan Norwegia, telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat desa yang terlibat di Desa Tapuk, Limpasu, dan Tanah Habang, pada 15-17 Juli 2025.
“Kami mensosialisasi itu pada tiga desa tersebut, menyasar seluas 150 hektare lahan yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar dia.
Engkos menyebutkan program FOLU ini untuk menggencarkan upaya pelestarian alam khususnya lingkungan hutan yang dilakukan secara berkelanjutan pada beberapa lokasi yang telah ditentukan.
“Saat sosialisasi, kami juga melakukan inventarisasi lokasi RHL pada tiga desa di kabupaten setempat,” kata Engkos, dilansir dari ANTARANews.
Ia menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari FOLU NC 2&3 yang merupakan program strategis dalam mendukung target FOLU Net Sink pada 2030 sebesar 140 juta ton CO2eq.
Menurut dia, kolaborasi pelestarian alam ini merupakan sebuah komitmen nasional hingga global untuk menekan emisi gas rumah kaca melalui sektor kehutanan.
Kegiatan sosialisasi yang telah diberikan kepada warga desa merupakan langkah awal penyelarasan target bersama, penguatan kelembagaan, serta wadah diskusi persiapan pelaksanaan rehabilitasi, guna memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Berdasarkan hasil inventarisasi, Dishut Kalsel dan Tim FOLU menetapkan rencana indikatif rehabilitasi hutan dan lahan seluas 150 hektare pada tiga desa. Kawasan ini akan menjadi prioritas dalam program penghijauan untuk memperbaiki fungsi ekologis hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam mendukung gerakan penghijauan. Program rehabilitasi ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memulihkan lahan kritis sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem di Kalsel,” ujar Engkos. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















