RAKOR Tentang Fenomena Kecubung, Begini Pengungkapan dari Dinkes Kalsel

- Penulis

Jumat, 19 Juli 2024 - 01:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi tentang Kasus Penyalahgunaan Tanaman Kecubung dan Obat/Zat lainnya di Aula Dit Resnarkoba,.Kamis (18/7/2024) (SuarIndonesia/ZI)

Rapat Koordinasi tentang Kasus Penyalahgunaan Tanaman Kecubung dan Obat/Zat lainnya di Aula Dit Resnarkoba,.Kamis (18/7/2024) (SuarIndonesia/ZI)

SuarIndonesia –  Kasi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Kalsel, Abdul Chalid mengungkapkan bahwa pemicu halusinasi, akibat pil, bukan karena tanaman kecubung,

Hal ini terkait fenomena banyaknya orang mabuk dan berhalusinasi, sehingga sejumlah stake holder terkait mulai dari Dit Resnarkoba Polda Kalsel, BNNP Kalsel, BPOM dan juga Dinkes Kalsel melakukan penelusuran terkait penyebabnya.

“Ya kita bantah puluhan orang mabuk dan berhalusinasi disebabkan oleh tanaman kecubung,” katanya kepada wartawan, Kamis (18/7/2024) disela Rapat Koordinasi tentang Kasus Penyalahgunaan Tanaman Kecubung dan Obat/Zat lainnya di Aula Dit Resnarkoba.

Ini dihadiri juga Akademisi dari Fakultas Prodi Profesi Apoteker di FMIPA ULM, Nor Cahya dan Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi.

“Penyebabnya bukan mengkonsumsi kecubung. Karena belum ada terkonfirmasi juga karena kecubung.

Tapi saat ini bisa disimpulkan penyebabnya adalah karena mengkonsumsi pil putih tanpa merk dan logo kemudian dicampur dengan obat-obatan lainnya seperti seledryl dan sebagainya,” jelasnya lagi.

Baca Juga :   DISHUT Kalsel Tambah Sarana Penanganan Karhutla di Tahura Sultan Adam

Sisi lain, peristiwa mabuk dan halusinasi tidak terjadi bersamaan, melainkan pada waktu bahkan lokasi yang berbeda-beda.

“Korban yang menjalani perawatan berjumlah hingga 56 orang, namun menurutnya saat ini trendnya sudah menurun, tidak seperti beberapa waktu kemarin,” ujarnya.
Sedangkan Dir Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya katakan kalau rapat koordinasi untuk menindaklanjuti fenomena yang terjadi.

“Melalui Rakor ini kami undang stake holder untuk bisa melakukan kerjasama dan harapannya outputnya bisa dibawa ke instansi masing-masing ditindaklanjuti,” ucapnya. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga
SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
27 RIBU Hektare Lahan di Kalsel Terbakar
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca