RAGAM Jenis Pusaka dan Wafak Dipamerkan

- Penulis

Kamis, 13 Oktober 2022 - 01:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Berbagai macam wafak peninggalan pejuang kemerdekaan di Kalimantan Selatan dipamerkan dalam Pameran Temporer di halaman Museum Wasaka, Banjarmasin, Rabu (12/10/2022).

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah mengatakan, pameran tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional.

“Selama empat hari, mulai tanggal 12 sampai tanggal 15 Oktober ada pameran benda-benda tentang wafak dan mandau di Museum Wasaka,” ucapnya.

Arry menuturkan, bahwa benda-benda yang dipamerkan adalah sesuai dengan penelitian yang baru saja rampung dilakukan oleh anggota AAI Kalsel, sehingga merujuk pada tema wafak dan mandau.

Yang tujuannya, selain sebagai bentuk pelestarian, juga sebagai upaya menambah khazanah atau wawasan keilmuan.

“Lalu, selama gelaran, juga akan ada seminar-seminar lainnya. Misalnya, seminar tentang senjata sumpit, hingga perkenalan komunitas Wasaka Kalsel dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Di samping itu, dalam pameran tersebut juga terdapat Puluhan senjata milik anggota komunitas Wasi Pusaka Banua (Wasaka) Kalsel hingga peninggalan masyarakat dahulu, dipamerkan di kawasan Museum Waja Sampai Kaputing Banjarmasin.

RAGAM Jenis Pusaka dan Wafak Dipamerkan (2)

Dalam pameran tersebut, tidak hanya senjata tajam dengan berbagai jenisnya saja yang dipamerkan. Tapi, juga memamerkan benda-benda berwafak atau berajah.

“Pameran ini, memang bertajuk senjata tradisional dan wafak di Kalsel. Senjata yang dipamerkan pun, sebagian juga yang ada wafaknya,” ucap Sekretaris Komonitas Wasaka Kalsel, Fadil Wirawan, Rabu (12/10/2022).

Ia pun lantas membeberkan, di antara koleksi benda yang dipamerkan bahkan ada yang sudah berumur sampai ratusan tahun.

“Bila saya tidak keliru, paling tua itu untuk jenis mandau. Diperkirakan usianya hampir 300 tahun,” jelasnya.

Demikian juga dengan jenis wafak yang ada di situ. Usianya pun, juga sudah cukup lama. Ambil contoh, salah satu bendera merah putih yang diwafak atau dirajah.

Konon, bendera itu pernah dibawa oleh salah satu pimpinan pasukan pada Perang Bungkukan di Kabupaten Kotabaru. Tepatnya, pada tanggal 13 November 1948.

Tidak hanya sampai di situ, yang kian membuat pameran itu berbeda dan juga sarat edukasi, lantaran kegiatan tersebut juga diisi diskusi terkait hasil dua penelitian.

Baca Juga :   DEBAT Perdana Pilkada Banjar Digelar KPU, Selasa

RAGAM Jenis Pusaka dan Wafak Dipamerkan

Yakni, penelitian wafak dan senjata tradisional khas suku Dayak di Kalimantan yakni mandau.

Dua penelitian itu, digarap oleh sejumlah anggota Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Kalsel, bekerja sama Komunitas Wasaka Kalsel.

Hasil penelitian inilah yang didiskusikan atau diseminarkan, Rabu (12/10/2022). Hasil penelitian itu sendiri nantinya juga dibukukan.

“Buku itu bakal rampung di pertengahan November mendatang,” ungkap Nurmaulidiani Awaliyah. Dia salah seorang peneliti tentang wafak dan mandau itu.

Perempuan yang akrab disapa Alid itu, menjelaskan terkhusus untuk penelitian wafak, dilakukan selama lebih dari empat bulan. Dengan mendatangi ke sejumlah daerah.

Seperti misalnya Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kabupaten Banjar, hingga ke sejumlah daerah di Hulu Sungai.

Menurutnya, selama penelitian dilakukan, pihaknya sedikit kesulitan dengan kekhawatiran oleh pemilik wafak ketika para peneliti sedang mencari data tentang wafak tersebut.

“Hampir seluruh pemilik wafak yang kami telitiagak tertutup dan bahkan enggan membuka informasi mengenai wafak miliknya,” ujarnya.

Pasalnya sang pemilik tidak ingin wafak yang menjadi benda warisan turun temurun dari keluarganya itu dijiplak dan diperjualbelikan oleh orang tidak bertanggung jawab.

“Karena sekarang wafak sudah menjadi komoditas yang menghasilkan uang,” imbuhnya.

Hal tersebut juga diakui oleh Ketua AAI Asosiasi Antropolog Indonesia (AAI) Kalsel, Achmad Rafieq. Menurutnya, saat ini fungsi wafak memang tidak ada pergeseran, namun sekarang ada beberapa yang malah dijadikan komoditas bisnis.

“Karena sekarang ini sampai ada pedagang dan makelar wafak, bahkan ada beberapa yang dipasarkan secara online,” imbuhnya

Padahal menurutnya, wafak merupakan benda sakral yang tidak sembarangan membuatnya. Ada syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi jika ingin wafak yang dibuatnya berfungsi dengan baik. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
KOMITMEN LKBH ULM Sebagai Rumah Keadilan bagi Masyarakat dan Aktif Penyuluhan – Pendidikan
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19

PEMKO BANJARMASIN Dukung Layanan Devisa Bank Kalsel untuk UMKM dan Ekspor-Impor

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT Bangun Banua Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca