PULAU CURIAK Sambut Kehadiran Bayi Bekantan dan Lutung

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekantan yang membawa bayinya (kiri) dan Bayi lutung kelabu (kanan) yang berwarna kuning keemasan dibawa indukan betina saat berada di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. (ANTARA/Firman)

Bekantan yang membawa bayinya (kiri) dan Bayi lutung kelabu (kanan) yang berwarna kuning keemasan dibawa indukan betina saat berada di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. (ANTARA/Firman)

SuarIndonesia — Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak, Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), kehadiran satu bayi bekantan (Nasalis larvatus), primata ikon kebanggaan provinsi itu dan dua bayi Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus) yang berwarna kuning keemasan dari dua indukan betina berbeda.

“Bayi bekantan yang lahir dari indukan kelompok alpha,” kata Pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rezeki di Banjarmasin, Jumat (3/10/2025).

Menurut Biologist Conservation dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang mengelola Pulau Curiak itu, kelahiran bayi bekantan dan Lutung Kelabu ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa.

Hal itu menandakan kawasan restorasi mangrove yang dikelola dan dijaga SBI serta masyarakat nelayan setempat telah berhasil menyumbang penambahan populasi bekantan dan Lutung Kelabu di Indonesia.

Dia mengatakan dua jenis primata langka dan endemik ini sekarang banyak menghuni kawasan restorasi mangrove rambai di Pulau Curiak.

Bekantan dan lutung hidup harmoni dalam kelompoknya masing-masing, menghuni pohon mangrove yang ditanam sejak lima tahun lalu oleh Yayasan SBI bersama mitra dan masyarakat setempat.

Melansir AntaraNews, Amalia Rezeki berharap semua pemangku kepentingan bekerja sama menyelamatkan bekantan dan Lutung Kelabu di kawasan tersebut, dengan menjaga habitat mereka yang tersisa agar tidak beralih fungsi.

Tidak saja bagi primata endemik Kalimantan, kata dia, hal tersebut juga membantu nasib nelayan tradisional yang bergantung pada sungai serta hutan mangrove rambai sebagai tempat bagi udang dan ikan air tawar berkembang biak.

Baca Juga :   GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara

Untuk melestarikan bekantan dan Lutung Kelabu yang tersisa di kawasan Stasiun Riset Bekantan, pihaknya melakukan pemulihan habitat dengan menanam kembali pohon mangrove, khususnya jenis Pohon Rambai (Sonneratia caseolaris) yang merupakan tegakan dan pakan utama kedua primata tersebut.

Sampai saat ini diperkirakan sekitar 20.000 bibit pohon rambai yang ditanam SBI bersama mitra dan masyarakat setempat.

Kegembiraan atas kelahiran bayi bekantan dan lutung ini ditunjukkan juga oleh Amang Ipan (50), masyarakat lokal yang turut menanam dan merawat pohon rambai di kawasan restorasi mangrove rambai.

“Sudah dua minggu ini saya mengamati pergerakan bekantan kelompok alpha dan kawanan Lutung Kelabu, mereka membawa bayi baru lahir dan kami senang bisa mengabadikannya dengan foto,” ucapnya.

Sementara Ferry Hoesain, praktisi konservasi satwa liar dari Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia mengatakan kelahiran bayi bekantan dan Lutung Kelabu di kawasan restorasi mangrove rambai mengidentifikasikan keberhasilan memulihkan habitat satwa liar dan dilindungi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca