PROGRAM Dapur Sehat untuk Atasi Stunting

- Penulis

Senin, 30 Juni 2025 - 19:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mini lokakarya penurunan stunting di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Senin (30/6/2025). (ANTARA/Narwati)

Mini lokakarya penurunan stunting di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Senin (30/6/2025). (ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mendorong program dapur sehat atasi stunting (dashat) sebagai salah satu intervensi inovatif untuk menurunkan angka stunting daerah setempat.

“Program ini tidak hanya memberikan edukasi gizi, tetapi juga memberdayakan keluarga dan komunitas dalam penyediaan makanan sehat, bergizi, dan terjangkau,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bengkayang Rosalina Nungkat dalam mini lokakarya penurunan stunting di Kecamatan Ledo, Senin (30/6/2025).

Ia berharap masyarakat dapat lebih mandiri dan berdaya dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka.

Dia mengajak seluruh pihak yang hadir dalam lokakarya tersebut baik pemerintah kecamatan, desa, kader, tokoh masyarakat, serta mitra pembangunan baik dari perorangan maupun perusahaan untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam penurunan stunting.

“Mari kita satukan langkah dan komitmen dalam upaya menurunkan angka stunting secara signifikan di wilayah kita,” ujarnya.

Kegiatan ini juga katanya, dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi TPPS Kabupaten ke TPPS Kecamatan, serta didampingi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkayang.

“Masalah stunting merupakan tantangan serius yang kita hadapi bersama. Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik anak yang terhambat, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, bahkan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penanganan stunting harus menjadi prioritas lintas sektor dan lintas program,” ujarnya.

Melalui kegiatan mini lokakarya ini dia berharap dapat memperkuat komitmen dan koordinasi di tingkat kecamatan serta desa dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian, mendiskusikan tantangan, serta merumuskan langkah-langkah konkret yang berbasis data dan kearifan lokal.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal yang juga Ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kabupaten Bengkayang mengatakan permasalahan stunting bukan hanya masalah kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

Baca Juga :   HBD Penghormatan kepada Pejuang

Anak-anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, rentan terhadap penyakit, serta memiliki produktivitas yang lebih rendah saat dewasa.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, karena ini adalah wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Mini lokakarya ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga ajang untuk memperkuat komitmen, menyamakan persepsi, dan merancang aksi nyata di tingkat kecamatan dan desa.

Sementara itu, dapur sehat atasi stunting adalah inovasi luar biasa yang memadukan edukasi gizi, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan keluarga.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat konvergensi program penurunan stunting, mendorong perubahan perilaku melalui edukasi yang berkelanjutan kepada ibu hamil, balita dan remaja. Dan mendukung inisiatif lokal seperti dapur sehat, kebun bergizi dan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala,” tutur Syamsul dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Bengkayang, sehingga prevalensi stunting di Kabupaten Bengkayang turun 9,3 persen menjadi 23,4 persen di tahun 2024 berdasarkan hasil survey SKI.

“Semoga kegiatan hari ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang lebih konkret dan implementatif untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di wilayah kita di tahun mendatang,” katanya menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
PUTUSAN UNIK, Hakim PN Mempawah Hukum Terdakwa Berlebaran ke Rumah Korban
DIAMANKAN Lima Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
AKHIRNYA! Santri Irfan Berpulang, Jenazah Dipulangkan ke Kayong Utara
SANTRI Diduga Alami Kekerasan, Wajah Lebam dan Belum Sadar
AZIM, Beruang Madu Dilepasliarkan di Gunung Tarak
WASPADA! Kaltim-Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan Selama 11-16 Maret

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 19:04

BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Selasa, 7 April 2026 - 16:17

TERUNGKAP MOTIF Kasus Pembunuhan di Surgi Muft Banjarmasin, Begini Pengakuan Pelaku

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya

Senin, 6 April 2026 - 21:08

TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito

Senin, 6 April 2026 - 19:08

MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Senin, 6 April 2026 - 00:05

TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca