PRESIDEN Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Beroperasi pada 2026

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto: Dok Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto: Dok Sekretariat Presiden)

SuarIndonesia — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 Kampung/Desa Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia pada 2026 sebagai bagian dari rencana besar 5.000 desa nelayan di 2029.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).

“Target kita 2026 ini akan sampai 1000 (desa nelayan) dan selanjutnya total sampai 2029 target kita adalah 5000 desa nelayan,” kata Presiden.

Presiden Prabowo menyampaikan para nelayan belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah sejak Indonesia berdiri. Di masa pemerintahnya, ia berkomitmen untuk memperkuat sektor kelautan, salah satunya melalui desa nelayan.

Nantinya, setiap desa nelayan akan dilengkapi dengan pabrik es, tempat pendingin hasil laut, dermaga, kapal hingga kendaraan operasional guna memastikan rantai distribusi hal tangkapan berjalan efisien.

Kepala Negara menegaskan bahwa program ini bukan bersifat bantuan cuma-cuma, melainkan dikelola dalam skema koperasi.

“Ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi ini, kita organisasi dalam koperasi, semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah,” jelas Presiden, sebagaimana dikutip dari AntaraNews.

Presiden menyatakan bahwa para nelayan akan diberikan kelonggaran dalam pengembalian investasi agar tidak memberatkan. Skema pembiayaan ini dinilai adil, mengingat dunia usaha besar pun kerap mendapatkan restrukturisasi kredit.

Para nelayan dapat melakukan pengembalian investasi dalam jangka waktu 10 hingga 12 tahun. Menurutnya, hal ini cukup adil lantaran para pengusaha besar sering meminta keringanan hingga belasan tahun.

Baca Juga :   TORASERA Agregator Program Kopdes Merah Putih

“Para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun sering minta restrukturisasi,” ujarnya.

Selain pembangunan desa nelayan, Presiden juga menyoroti percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan menjadi penggerak ekonomi desa.

Dalam waktu dekat, ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang yang telah dalam tahap pembentukan. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi desa murah, serta layanan pembiayaan mikro berbunga ringan guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

Presiden menjelaskan bahwa pendanaan program tersebut bersumber dari optimalisasi dana desa yang telah digulirkan selama satu dekade terakhir.

Ke depan, dana tersebut akan diarahkan lebih terstruktur dan produktif agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Langkah ini menegaskan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan laut sebagai masa depan ekonomi Indonesia di mana desa nelayan tidak lagi berada di pinggiran pembangunan, melainkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang modern, mandiri, dan berdaya saing global. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERGERAKAN PUNCAK HAJI, Enam Jemaah Embarkasi Banjarmasin Diikutkan Safari Wukuf
SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus
PUNCAK HAJI: Pemerintah Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina
KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara
KEMENHUT Tahan Tersangka Penyelundup 3 Ton Sisik Trenggiling
BGN Tangguhkan 1.152 SPPG Wujud tak Ada Kompromi untuk Standar MBG
JEMAAH Diimbau Siapkan Stamina Hadapi Rute Mina ke Jamarat
SEMBILAN WNI Korban Penahanan Israel Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:37

SEPAKAT Bentuk Pansus, DPRD Kalsel : Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:28

AKSI RATUSAN SOPIR Truk Menuntut Ketersediaan Solar Bersubsidi di DPRD Tabalong

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:13

PERGERAKAN PUNCAK HAJI, Enam Jemaah Embarkasi Banjarmasin Diikutkan Safari Wukuf

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:37

SPN POLDA KALSEL Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:22

TERDUGA KAWANAN PREMAN di SPBU Resahkan Sopir Truk, Digiring Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca