PRESIDEN Prabowo: Masih Ada Pejabat Mengecewakan Negara

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 22:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan melalui tayangan konferensi video dari Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan layar Youtube @Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan melalui tayangan konferensi video dari Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan layar Youtube @Sekretariat Presiden)

SuarIndonesia — Presiden Prabowo Subianto mengakui masih terdapat unsur pimpinan dan pejabat yang mengecewakan dari sisi tanggung jawab kepada bangsa dan negara.

“Masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo saat meresmikan secara virtual 218 jembatan di berbagai daerah, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin (9/3/2026) sore.

Prabowo menilai bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, kesulitan, dan kekurangan. Menurutnya, sejumlah kekurangan tersebut berkaitan dengan kinerja para pejabat, birokrat, maupun petugas di lapangan.

Di satu sisi, terdapat banyak petugas yang bekerja dengan sangat baik, namun di sisi lain masih ada unsur pimpinan tertentu yang dinilai belum memenuhi tanggung jawabnya kepada negara.

Presiden menyatakan kondisi tersebut perlu diakui secara terbuka, dan tidak melulu menyampaikan hal-hal yang baik saja.

Menurutnya, pengakuan atas berbagai kekurangan diperlukan agar pemerintah dapat memahami tantangan yang dihadapi.

“Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya,” kata Presiden Prabowo, melansir dari Antaranews.com.

Lebih lanjut Prabowo juga menyinggung situasi dunia yang saat ini dinilainya penuh dinamika dan risiko, dengan berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan.

Baca Juga :   BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Kepala Negara menyebut perang besar sempat terjadi di Eropa, khususnya di Ukraina, dan kini ketegangan juga meluas di kawasan Timur Tengah.

Prabowo menilai meski Indonesia secara geografis berada jauh dari kawasan konflik tersebut, perkembangan yang terjadi di satu wilayah dapat memengaruhi kawasan lain karena dunia saat ini semakin saling terhubung.

“Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain,” kata Presiden. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TNI AU Kerahkan Pesawat Angkut Lakukan OMC di Kalimantan
ATASI Karhutla Kalimantan Pemerintah Perkuat OMC
INSTRUKSI Mendesak Karhutla untuk Enam Gubernur
DPR Minta Diusut Aliran Uang Pemalsuan Meterai
PRAPERADILAN Febrie Ungkap Pemilik Emas Sitaan
POLISI: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Berdasar Dua Bukti
DPR dan Pemerintah Finalisasi Status-Jumlah Guru PPPK untuk Jadi PNS
DPR-PEMERINTAH Finalisasi Perpres Ojol

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43

CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:46

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:32

LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:45

SEMBILAN Tongkat Komando Perangi Narkoba di Kalteng

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:49

PENERBANGAN ke Muara Teweh Dibatalkan Akibat Kabut Asap

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:08

KARHUTLA Kalteng: 12 Orang Ditetapkan Tersangka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:03

300 Lebih Orang Utan Dirawat di Dua Pusat Rehabilitasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:51

OMC Solusi Ideal Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Foto: HO-Humas Bakom RI)

Nasional

ATASI Karhutla Kalimantan Pemerintah Perkuat OMC

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:10

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca