POLTEKKES jadi Pusat Kolaborasi WHO Majukan Keperawatan

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat Saia Ma’u Piukala (kanan). (Foto: ANTARA/HO-World Health Organization)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat Saia Ma’u Piukala (kanan). (Foto: ANTARA/HO-World Health Organization)

SuarIndonesia — Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkuat pengembangan tenaga kesehatan dengan secara resmi menunjuk Jaringan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Indonesia sebagai Pusat Kolaborasi WHO untuk Pendidikan dan Pengembangan Keperawatan dan Kebidanan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (19/6/2025), menyebutkan bahwa penetapan Poltekkes sebagai Pusat Kolaborasi WHO mencerminkan kepemimpinan nasional dalam pengembangan tenaga kesehatan dan peran Indonesia yang semakin besar dalam kerja sama regional.

“Indonesia bangga Poltekkes ditetapkan sebagai Pusat Kolaborasi WHO. Ini adalah pengakuan atas komitmen kami untuk memajukan pendidikan keperawatan dan kebidanan,” ujar Budi.

Adapun Pusat Kolaborasi WHO akan fokus pada dua area prioritas, katanya, yakni mendukung WHO dalam memberikan program pelatihan instruktur klinis terakreditasi bagi perawat dan bidan untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi pendidikan sebelum para tenaga kesehatan memberikan pelayanan.

Selain itu, dia mendukung WHO dalam memajukan pengembangan kepemimpinan kebidanan dengan fokus pada pendidikan, kebijakan, dan kualitas layanan.

Poltekkes memiliki 38 kampus di 33 provinsi, kata Budi, sehingga memiliki peran utama dalam menghasilkan tenaga kesehatan Indonesia, khususnya perawat, bidan, dan tenaga kesehatan terkait, yang bertugas di pusat dan fasilitas perawatan kesehatan primer di seluruh Indonesia.

Dia menilai, kolaborasi ini menandai babak baru kolaborasi Kementerian Kesehatan dengan WHO dan mencerminkan ambisi Indonesia untuk memperkuat sistem kesehatan melalui tenaga kesehatan yang terampil dan berdaya.

“Dengan berinvestasi dalam pendidikan dan kepemimpinan perawat dan bidan, kami bertujuan meningkatkan perawatan di seluruh Indonesia dan berkontribusi pada tenaga kesehatan yang lebih kuat di seluruh wilayah,” katanya.

Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat Saia Ma’u Piukala mengatakan penunjukan ini adalah momen penting bagi Indonesia dan bagi Kawasan Pasifik Barat.

Baca Juga :   POLRESTA BANJARMASIN Raih Predikat Pelayanan Publik Prima dari Kapolri

“Seiring dengan peran baru Indonesia di Pasifik Barat, Poltekkes menunjukkan pengalaman nasional dapat memperkuat kapasitas regional serta memajukan pendidikan keperawatan dan kebidanan demi kepentingan semua pihak. Inilah yang kami maksud ketika berbicara tentang menjalin kesehatan bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat,” tutur Saia dilansir dari AntaraNews.

Sejak 2022, katanya, WHO dan Poltekkes telah mengembangkan 50 modul kelas internasional, melatih 50 dosen di 24 kampus, serta memberikan pelatihan intensif peningkatan kualitas pengajaran di kampus-kampus percontohan di Medan, Yogyakarta, Surabaya, dan Pontianak.

Menurutnya, ini membantu Indonesia mempertahankan kepadatan tenaga kesehatan terampil di atas ambang batas minimum WHO sebesar 44,5 dokter, perawat, dan bidan per 10.000 penduduk, sekaligus meningkatkan kompetensi dan pelatihan tenaga kerja.

Dia menyebutkan, kegiatan perdana di bawah Pusat Kolaborasi WHO yang baru, yakni Program Kepemimpinan Kebidanan, secara resmi dibuka pekan ini di Jakarta dan mempertemukan 20 pengajar kebidanan dari Poltekkes untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Sejak 2000, ujarnya, Indonesia telah menurunkan angka kematian ibu dari 311 menjadi 140 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian balita dari 52 menjadi 21 per 1.000 kelahiran hidup, sehingga memenuhi target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 untuk angka kematian balita dan mencapai ambang batas atas untuk angka kematian ibu. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator
MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
PRAPERADILAN Febrie Ditolak
KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut
TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar
KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun
DIBONGKAR Sindikat Penyelundupan Emas Ilegal ke Hong Kong
27.485 SPPG Diaudit dan 463 Dapur MBG Dibekukan Sementara

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:13

DI TENGAH ANCAMAN Kemarau dan Karhutla, Korem 101/Ant Gelar Salat Istisqa

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:04

MOMENTUM Keluarga Besar Polresta Banjarmasin Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Rasulullah SAW

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:14

GUBERNUR Kalbar Didemo Para Peladang, Batal Cabut Perda Nomor 1/2022

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:44

BMKG: 1.079 Hotspot Terdeteksi pada Kamis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca