Politik Subuh Ma’ruf untuk Membendung 212

- Penulis

Rabu, 21 November 2018 - 11:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Puluhan ulama yang tergabung dalam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara berbondong-bondong hadir di kediaman calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Menariknya, kunjungan rombongan itu tak terjadi di waktu siang atau petang hari layaknya tamu pada umumnya.

Mereka hadir sekitar pukul 04.00 WIB atau saat memasuki waktu salat subuh.

Para ulama dan kiai itu kompak mengenakan baju koko berwarna putih, peci dan sarung ketika hadir di kediaman Ma’ruf.

Sesuai agenda, rombongan kiai dan ulama PCNU Jakarta Pusat itu memulai kegiatan salat subuh berjamaah dilanjutkan tausiah kebangsaan dan diakhiri deklarasi dukungan bagi Jokowi-Ma’ruf.

Ma’ruf pun tampil sebagai imam salat subuh, zikir  sekaligus sebagai pemberi materi tausyiah kebangsaan bagi para ulama NU tersebut.

Usai salat berjamaah itu, para ulama dan kiai lantas melakukan deklarasi dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ketua PCNU Jakarta Pusat Ahmad Katsir menyampaikan bahwa dukungan alim ulama di Jakarta Pusat akan merata untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Setiap kecamatan itu ada perwakilan masing-masing. Insyaallah dengan tekad untuk memenangkan Kiyai Ma’ruf di Pilpres 2019 karena sudah ada amanat dari para kiyai setelah rapat konsilidasi,” ujar Ahmad.

Acara Ma’ruf saat waktu subuh itu tak terjadi hanya sekali. Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, terhitung sudah tiga kali agenda serupa digelar Ma’ruf di waktu subuh.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai wajar apabila mantan Rais Aam PBNU itu bergerilya di waktu subuh sebagai momentum deklarasi. Sebab, waktu subuh dimaknai sebagai waktu yang sangat mulia dalam ajaran Islam.

“Di waktu subuh itu dinilai waktu yang sangat istimewa. Dalam ajaran Islam, subuh itu di dalamnya terkandung banyak kebaikan, makanya Ma’ruf menggelar kegiatan itu di waktu subuh,” kata Adi saat dihubungiCNNIndonesia.com akhir pekan lalu.

Dalam konteks politik, kata Adi, waktu subuh tak hanya dimanfaatkan oleh Ma’ruf sekadar untuk beribadah melalui salat subuh berjamaah dan bertausiah. Akan tetapi, Ma’ruf turut mengkonstruksinya sebagai simbol militansi dan turut menguatkan soliditas dari kelompok-kelompok Islam demi kepentingan politik di pilpres.

Soal subuh juga menurut Adi termaktub dalam surat Al-Muzzammil yang meminta umat Islam bangun dari selimutnya untuk menegakkan salat di waktu subuh.

Menurut dia, salat subuh berjamaah merupakan ujian militansi bagi umat Islam karena tak semua bisa terbangun dari tidur dan melangkahkan kakinya ke masjid.

“Itu sakral karena tak semua orang bisa melakukan seperti itu. Salat subuh merupakan ujian militansi kepada Tuhan, apalagi berjamaah, kuat iman dan hatinya kepada tuhan dan itu berdampak menjadi soliditas antar jemaah,” katanya.

Baca Juga :   FEBRIE ADRIANSYAH Kenakan Rompi Tahanan Pink ke Kejagung

Selain itu, Adi juga menilai kegiatan Ma’ruf di kala subuh itu sekaligus ingin membendung kekuatan subuh berjamaah yang selama ini kerap dilakukan oleh kelompok alumni 212.

Tak hanya sekadar aksi di jalanan, kelompok alumni 212 diketahui kerap kali menggelar kegiatan salat subuh berjamaah di beberapa wilayah. Alumni 212 ini pun identik dengan pendukung Prabowo-Sandiaga.

Melalui kegiatan subuh itu Ma’ruf dinilai sedang melakukan upaya tandingan untuk membangun kekuatan dari kekuatan kelompok Islam lainnya, seperti NU agar solid mendukung Jokowi-Ma’ruf di pilpres.

“Itu sebenarnya ingin membelah kekuatan 212 dan kekuatan Islam lainnya itu biar enggak mengarah kepada Prabowo, namun ke Jokowi- Maruf,” ujar Adi.

Ia mengatakan, Ma’ruf sedang membangun narasi untuk menempatkan kelompok-kelompok Islam, terutama kelompok NU sebagai kelompok potensial agar dukungannya tak terpecah di pilpres.

NU sendiri merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia yang memiliki jumlah anggota paling banyak ketimbang ormas Islam lainnya di Indonesia.

Ma’ruf, kata Adi, telah menunjukkan bahwa subuh berjamaah dan deklarasi dari kiai dan ulama NU sebagai sesuatu yang sakral karena digelar ketika waktu subuh.

Sementara itu, Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq menegaskan bahwa Ma’ruf telah memiliki kebiasaan menggelar salat subuh berjamaah di kediaman pribadinya sejak lama.

Ia mengatakan rutinitas Ma’ruf saat subuh itu masih  terus dilakukan meski saat ini telah berstatus sebagai calon wakil presiden.

“Nah kebiasaan itu diimplementasikan [Ma’ruf] dengan menerima tamu-tamu itu di kediaman beliau [saat kampanye kini], sekali lagi ini soal kebiasaan,” kata Maman saat dihubungi pada Senin (19/11).

Selain itu, Maman turut mengatakan bahwa momentum subuh saat ini turut dimanfaatkan Ma’ruf sebagai sarana membuka dialog dan mendengar aspirasi bagi masyarakat luas.

Ia menyatakan dialog itu berguna sebagai masukan agar Indonesia semakin maju apabila Jokowo-Ma’ruf terpilih di Pilpres 2019 mendatang.

“Diskusi-diskusi bagaimana ke depan Indonesia maju, ini berupa dialog tak monolog. Kiai Ma’uf membuka ruang bagi masyarakat dari elemen mana pun untuk memberikan dukungan, masukan, dan juga ide gagasan,” kata dia.(CNNIndonesia/ RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HARI KE-14: Tiga Kapal Negara Perkuat Operasi SAR KMP Virgo Transport 8
OPERASI Pencarian Korban KM Virgo Dilanjutkan Tujuh Hari Berikutnya, 71 yang Belum Ditemukan
KORUPSI PERTAMBANGAN: Tim Jampidsus Geledah Sejumlah Lokasi di Kaltara
KORUPSI NIKEL: Kejagung Tetapkan Korporasi dan Empat Orang Tersangka
KASUS SAMIN TAN: 436 Ribu Ton Batu Bara Dilelang Kejagung, Laku Rp 179 M
KASUS “CHROMEBOOK”: Hukuman Nadiem Dikurangi jadi 9 tahun Penjara
KASUS SUAP NIKEL: Eks Ketua Ombudsman Dituntut 5,5 Tahun Penjara
PANSUS DPRD Kalsel Bahas Perubahan Tatib

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca