Suarindonesia – Mengerahkan Ratuan warga, termasuk pihak terkait bersama jajaran Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Tanah Bumbu (Tanbu), terjun ke lokasi pesisir Pantai Bahari Pagatan Kecamatan Kusan Hilir.
“Semua bergerak dengan satu tujuan bersihkan pantai itu. Tentunya semua akan berlanjut dan bisa dicontoh masyarakat,’’ kata Kapolres Tanbu, AKBP Kus Subiyantoro melalui Kasat Polairud Polres Tanbu, AKP Parman, ketika dihubungi, Kamis (21/2).

Kegiatan katanya dilaksanakan kaitan puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019
Pihaknya tambah AKP Parman, yang mengemando di lapangan, melibatan kekuatan sekitar 100 orang, baik masyarakat setempat, nelayan serta pihak terkait hingga dari anggota Koramil setempat.
Bahkan untuk semua koordinasi Dinas Kebersihan dengan turunkan armada roda empat.
Bahkan, persiapan saat itu juga secara intern sepeetikantong Plastik, spanduk, keranjang rotan dan lainnya.
“Masyarakat antusias pada kegiatan aksi bersih-bersih, dan mudahan semua tertanam akan kebersihan,” tambah AKP Parman.
Warga yang terlibat lanjutnya saat itu ada pada tiga desa yakni Desa Pejala, Desa Juku Eja dan Desa Wiritasi.
Intinya dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, pelibatan kekuatan instansi samping seperti Dinas Lingkungan Hidup melalui bagian Kebersihan Tanbu, yang turut turunkan stafnya sebanyak 15 orang dan dua unit sarana truck sampah.
Tokoh masyarakat setempat, staf Kecamtan Kusan Hilir ada 6 orang, pihak Koramil Pagatan ada 5 orang, Polsek Kusan Hilir turuntan 8 personil, IPKANI Tanbu dibantu 75 warga pada tiga desa
Di lokasi lanjutnya, bersihkan sampah Organik seperti plastik kemasan air mineral, makanan ringan, pampers dan lainnya.“Total sampah terangkut kurang lebih 1,5 ton,” tambahnya.
Itu belum lagi dari sampah an-organik seperti kayu, batang kelapa, kulit durian, beberapa jenis daun dengan kurang lebih lebih 2 ton
“Bahkan ada terangkut pecahan kaca kurang lebih 30 kilogram,” jelas AKP Parman.
Di lokasi juga sekaligis adanya imbauan kepada masyarakat pesisir agar menjadikan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, bukan membuang ke pinggir pantai.
Dilihat pula, harus adanya tempat pembuangan sampah d sekitar pesisir pada tiga desa tersebut.
“Kita tumbuhkan untuk kesadaran masyarat yang masih minim lebih baik lagi,” ujarnya.
Kerena jika tidak begitu, berdampak sepanjang pesisir kotor dengan menumpuknya sampah organik maupun an- organik.
AKP Parman juga berharap untuk kedepannya dari dinas terkait bisamenyiapkan atau membuatkan tempat sampah d sepanjang pesisir.
Peran aktif aparat desa setempat untuk melakukan sosialisasi rutin agar tidak terulang kebiasaan warganya membuang sampah sembarangan. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















