SuarIndonesia — Penghuni Kos Putri ‘Uma Abah’ mendadak panik dan berhamburan keluar akibat bangunan kost yang dihuninya tiba-tiba ambruk.
Saking paniknya, para mahasiswi yang mendiami kamar kos di Jalan Adhyaksa II, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara itu tidak memikirkan lagi harta benda milik mereka.
Salah satu penghuni kos, Haidal menceritakan, dirinya dan teman-teman lainnya hanya memikirkan agar bisa keluar dari bangunan kos yang sudah sangat miring tersebut.
“Hanya baju di badan yang dibawa,” ucapnya saat dibincangi awak media, Senin (11/04/2022) siang.
Ia mengatakan, kondisi serupa juga dialami teman-temanya. Harta berharga seperti handphone dompet dan laptop pun tak terpikir lagi.
“Barang sama handphone saya juga masih di atas, bahkan teman saya hanya menggunakan sarung saja tadi menyelamatkan diri,” ungkap mahasiswi UNISKA tersebut
Benar saja, kondisi kepanikan yang diungkapkan Haidal itu terlihat jelas di lapangan. Pasalnya, seluruh penghuni kos yang mengungsi ke rumah pemilik kos putri yang tepat berada di samping kanan bangunan kos tersebut ada yang hanya memakai baju dan sarung yang diikat di bagian bahu.
Awalnya, Haidal menambahkan keyika pulang kuliah sekitar jam 10.00 pagi, kondisi bangunan masih normal seperti biasanya dan tidak ada tanda-tanda mencolok akan ambruk.
Namun, sebelum bangunan tersebut ambruk ia mengaku sempat mendengar bunyi beton yang retak.

“Setelah itu baru muncul suara seperti buah kelapa yang jatuh, trus ada juga bunyi kaya pohon patah. Tapi setelah sekitar jam jam 1 siang tadi, tiba-tiba miring,” ungkapnya.
Saat itu, ia mengaku sedang berada dalam kamar yang ada di lantai dua dan terhimpit pintu kamarnya yang sudah lumayan miring.
“Kami pas keluar agak sedikit sakit pinggang kanan, karena sempat terhimpit pintu. Bahkan teman saya terluka di tangan tadi,” akunya.
Beruntung seluruh penghuni kost sempat menyelamatkan diri keluar dari rumah kos berlaintai 2 tersebut.
Baca Juga :
NAAS Bibi Pedagang Ayam Potong Tewas Tertimpa Beton Pagar Ambruk Ditabrak Pick-up
Melihat kejadian itu, pemilik kos pun menghubungi Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan BPBD Kota Banjarmasin untuk minta bantuan evakuasi.
Komandan Regu (Danru) DPKP Banjarmasin yang saat itu memimpin proses evakuasi mengatakan bahwa bangunan kost tersebut sudah mengalami kemiringan sekitar 40°.
“Makanya kami harus mengevakuasi barang-barang berharga milik penghuni kos yang masih ada di dalam kamar pakai bantuan tali,” ujarnya.
“Karena cukup berbahaya kalau cara pengevakuasian barangnya pakai estafet,” tambahnya.
Ia menduga tiang pondasi utama bangunan tersebut patah akibat beban yang tidak sesuai dengan kemampuan tiang pondasi. Ditambah konfisi tanah rawa yang labil di kawasan tersebut.
Sementara itu, Lurah Sungai Miai, Gusti Ikromi Akbar membeberkan, bahwa dalam lima tahun terakhir, sudah ada tiga buah rumah yang ambruk di kawasan tersebut.
“Tadumi sudah dibicarakan dengan pemoliknya, dan mereka bersedia untuk membongkar bangunan tersebut, karena sudah membahayakan bangunan sebelahnya,” tuntasnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















