SuarIndonesia – Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani berpesan kepada Karo SDM dan Kabid Propam yang baru dilantiknya, bertempat di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel Kamis (5/12).
Itu tak lain agar bisa lebih optimal sesuai dominan tugasnya masing-masing. Pada intinya profesional dan paling penting penilaian untuk dicintai masyarakat apapun yang telah dilakukan dan kerjakan dalam tugas.
Tentunya pula kata kapolda dalam menghadapi situasi dan kondisi tantangan kedepannya.
Diketahui dua Pejabat Utama Dua Pejabat Utama (PJU) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diserahterima jabatan (sertijab) yakni Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) dan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam)
Karo SDM Kombes Pol Defrian Donimando, dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra SSDM Polri.
Dia digantikan pejabat baru Karo SDM Kombes Pol Ari Wahyu Widodo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Khirdin Ro Watpres SSDM Polri.
Sementara Kabid Propam Kombes Pol Irianto dimutasikan menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Wabrof Div Propam Polri digantikan Kombes Pol Vendra Riviyanto, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Samarinda Polda Kaltim.
“Untuk Karo SDM, tentunya tugas kesiapan personel mulai dari rekrutmen, pendidikan, perawatan dan persediaan dinas,” tambah kapolda.
Sedangka Kabid Propam, upaya pengawasan seluruh kegaiatan operasional, pembinaan yang harus bisa sesuai dengan kinerja dan lainnya.
Upacara ditandai pelepasan dan pemasangan pangkat dan tanda jabatan serta pengambilan sumpah jabatan.
Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sertijab dan fakta integritas.
“Rotasi jabatan di lingkungan Polri memiliki makna, yakni diantaranya sebagai proses penyegaran dan kebutuhan organisasi.
Bertujuan meningkatkan dinamika operasional, manajerial dan kaderisasi pada tubuh organisasi Kepolisian serta menjaga eksistensi organisasi dalam penyelenggaraan pembinaan karier personil Polri,” ujar kapolda lagi.
Selain itu, tambah kapolda, untuk mendukung pelaksanaan tugas dan menghadapi berbagai permasalahan yang ada di internal organisasi dan tantangan ke depan yang semakin berat dan kompleks. “Oleh karena itu harus dipahami betul bahwa jabatan yang kita sandang adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan lahir dan batin.
Baik kepada masyarakat maupun kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa,” tandas kapolda. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















