PERTAMBANGAN di Beberapa Daerah Kalsel Didesak Massa KMPIB dan Gabungan LSM Ditelisik dan Tindak Tegas

Bagikan :
PERTAMBANGAN di Beberapa Daerah Kalsel Didesak Massa KMPIB dan Gabungan LSM Ditelisik dan Tindak Tegas

SuarIndonesia – Permasalahan pertambangan di beberapa daerah di Kalimantan Kalsel (Kalsel) diminta Massa KMPIB dan gabungan LSM lainnya, untuk ditelisik dan ditindak tegas, Kamis (27/1/2022).

Massa juga sampaikan data  sebagai pelaporan atas semua tersebut dan ini disampaikan Bahaudin Ketua LSM KMPIB di dampingi Ketua LSM lain yakni M. Rozi sebagai Ketua Aksi Rakyat Menggugat (ARB).

Gajali Rahman, Ketua LSM Gema Pradaka, Iwansyah Ketua LSM LP2K, Albhany, Ketua LSM AGAK.

Massa  sambangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel dan sempat berdialog dari perwakilan Dit Reskrimsus soal penyampaian laporan.

Massa dalam orasinya sampaikan sejumlah persoalan tambang , yang  banyak izin nya sudah habis masa berlaku, termasuk pula terkait alih pungsi lahan.

“Kami bersama rekan-rekan LSM lainnya melaporkan permasalahan terkait Pencemaran lingkungan di Kecamatan Cinta Puri kabupaten Banjar, “ujar

Karena di kecamatan cinta puri itu banyak sekali tambang batubara yang mencemari lingkungan terutama lahan pertanian yang ada disana” terang Bahaudin Ketua LSM KMPIB (Kelompok Masyarakat Pemerhati Infrastruktur Banua) sekaligfus koordinator aksi.

Dikatakan, di Kecamatan Cinta Puri banyak sekali tambang batubara yang mencemari lingkungan terutama lahan pertanian.

“Kami berharap Polda Kalsel, khususnya) Dit Reskrimsus agar menelisik terkait limbah pertambangan.

Kalau perlu tidak ada ampun, cabut usaha pertambangannya karena sudah berlangsung lama mencemari lingkungan sekitar,” ucapnya lagi.

Bahkan, selain masalah pertambangan pihak  juga melaporkan masalah alih pungsi lahan BTPN, karena BTPN 13 danau salak, yang dulunya perkebunan di alih pungsikan jadi lahan pertambangan.

Lainnya, juga kata Bahaudin ada melakukan investigasi ke Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kabupaten kotabaru,  banyak menemukan tambang-tambang ilegal.

“Kami berharap kepada pihak terkait khususnya Polda Kalsel agar menertibkan tambang-tambang ilegal tersebut,” ujarnya lagi.

 

Diimbaunya, kepada penambang di Kalsel,  khususnya yang resmi atau ada KP-nya agar menjual hasil tambang jangan dengan harga murah.

“Pasaran internasional per ton sudah Rp 2 juta 600 ribu sedangkan kita disini masih di bawah Rp 1 juta,” ucapnya. (ZI)

 342 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.