SuarIndonesia – Penyerangan dan bentrok di Jalan Kelayan A Gang Setuju dan Gang Damai RT 9 Banjarmasin Selatan, membuat warga was-was.
Kejadian dalam video yang beredar di medsos adanya sekelompok orang melakukan penyerangan. Dimana kKabarnya peristiwa tersebut mengakibatkan salah satu warga menjadi korban dengan luka akibat serangan senjata tajam di bagian belakang badan.
Hal ini dibenarkan Ketua RT 09 Nor Adenan, adanya serangan tersebut dan warganya yang terluka.”Kejadian sekitar pukul 03.00 Wita di depan Gang Damai,” ucapnya.
Seperti biasa ada banyak anak-anak lari ke depan handak main bola di badan jalan, entah kenapa tidak seperti biasanya mereka kembali berlarian lagi,”Lalu saya tanya ke mereka katanya ada orang yang menyerang,” sambungnya.
Nor Adenan keluar dan memastikan informasi dari anak-anak tersebut, sesampainya di lokasi dirinya melihat orang yang dikatakannya menyerang itu sudah tidak ada lagi.
“Saya kembali menanyakan kepada anak anak tersebut siapa yang melakukan penyerangan. Namun mereka semua tidak ada yang mengetahuinya.
Jadi mereka tiba-tiba langsung diserang orang dengan sajam hingga mereka berlarian, tak lama itu para orang dewasa juga berkumpul karena mendengar ada yang ribut dan tak lama kemudian muncul orang – orang dimaksud melakukan penyerangan lagi sebanyak enam orang yang semuanya membawa sajam jenis celurit,” jelasnya.
“Kemudian terjadilah bentrokan di depan gang, kita langsung mengambil apa yang ada di sekitar untuk melakukan perlawanan. Sampai ada pakai pecahan kaca, keenam orang yang menyerang itu,” ujar.
Dikatakan Ketua RT, diperkirakan umurnya masih terbilang muda sekitar 18 sampai 20 tahun, namun tidak mengetahui identitasnya.Saat kejadian saya menelpon polisi terdekat tapi tidak diangkat sampai ada yang luka karena saling berlawanan.
Tak lama itu, bentrok pun berhenti dan keenam orang yang diduga melakukan penyerangan itu meninggalkan lokasi kejadian,” ujarnya lagi.
Sebelumnya kata Ketua RT, anak-anak warganya sedang main bola yang kemudian ada orang lewat dan diteriaki, orang yang lewat itu diduga para pelaku, tapi yang meneriaki bukan dari anak-anak warga sini.
Mereka yang diteriaki itu menoleh dan datang kembali serta langsung melakukan penyerangan.
“Kita erharap Polisi bisa memberikan respon lebih cepat lagi. Pasalnya saya dengar kejadian seperti ini juga ada di Pekapuran dan Gang 12, saya harap kejadian seperti itu agar tidak terulang lagi apa lagi sampai menimbulkan korban,” imbuhnya.
Bahkan, Nor Adenan sementara ini akan memberikan larangan untuk anak anak warganya bermain bola di jalan sambil menunggu sahur.
Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Agus Sugianto melalui Kanit Reskim, Iptu Sudirno, saat dikonfrimasi membenarkan adanya peristiwa tawuran antar sekelompok pemuda.
Dikatakan Iptu Sudirno, sebelumnya korban tak mau melapor dan tak mau dibawa ke rumah sakit, namun diberikan pengertian akhirnya melapor ke Polresta Banjarmasin.”Kita lebih ditingkatkan patroli ke tempat gang-gang yang belum tersentuh,” ujarnya.
Diimbau kepada masyarakat yang nongkrong maupun begarakan sahur, karena mengundang kerawanan, selama ini hanya di fokuskan patroli dan pencegahan di jalan raya yan gmenjadi titik kumpul masyarakat nongkrong /begarakan sahur sedangkan di gang-gang kecil diakui kurang tersentuh. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















