SuarIndonesia – Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat kerja dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel untuk membahas program 2026 yang fokus pada penekanan angka pengangguran, Senin (12/8/2025).
Tercatat dalam data jumlah pengangguran di Kalsel mencapai 88.000 orang hingga tahun 2025.
Kepala Disnakertrans, Irfan Sayuti, mengakui bahwa tingginya angka ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya relevansi pelatihan kerja yang ada dengan kebutuhan industri.
“Pelatihan – pelatihan yang selama ini diadakan juga terbatas, hanya sekitar 386 kegiatan,” katanya
Sementara itu, dalam rapat Komisi IV yang dipimpin oleh Bambang Yanto Permono ini mendorong Disnakertrans untuk berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Kita mengusulkan agar 2,5 persen dari dana CSR perusahaan digunakan untuk membiayai pelatihan kerja yang lebih modern, seperti menjadi content creator, YouTuber, atau TikToker,” kata Yanto
Selain itu, Komisi IV juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja lepas melalui BPJS Ketenagakerjaan dan kepastian hukum kepemilikan lahan bagi peserta transmigrasi.
Program-program ini diharapkan dapat sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Dengan adanya usulan dan pembahasan ini, DPRD Kalsel berharap program kerja 2026 dapat menjadi terobosan baru untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan membuka lapangan kerja yang lebih luas. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















