PENGAMAT ULM: Penghapusan UN Tak Relevan Disamakan di Daerah

- Penulis

Selasa, 14 Januari 2020 - 21:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Belakangan isu soal konsep Ujian Nasional (UN) yang ingin dihapuskan dan diganti dengan program merdeka belajar dinilai oleh beberapa ahli serta pengamat tidak relevan jika disamaratakan penerapannya di setiap daerah.

Pengamat Pendidikan asal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) Banjarmasin, Syubhan Annur salah satunya turut berkomentar atas fenomena yang beredar UN bakal dihapuskan itu.

Menurutnya, tidak semua daerah bakal efektif menerapkan penghapusan UN tersebut.

Ia berasumsi dalam perjalanannya konsep yang ingin menggatikan UN tetap harus melihat kondisi pendidikan dan tidak bisa disamaratakan antara daerah yang maju dari sektor pendidikannya dengan daerah yang belum maju pendidikannya.

“Untuk melihat ini dapat dilihat dari APK dan APM pendidikan pada setiap provinsi kabupaten dan kota,” ucapnya.

Lanjutnya, dengan kata lain merubah konsep lama memerlukan waktu yang tidak sedikit. Sama halnya dengan kurikulum dan sebaiknya sebelum melakukan perubahan pemerintah terlebih dahulu mensosialisasikan ke berbagai lapisan masyarakat.

“Paling tidak tentang pengganti UN sebagai asessment proses hasil belajar di sekolah, agar masyarakat tidak terkejut. Sehingga diharapkan dengan adanya inovasi baru semoga pendidikan kita bisa sejajar dengan negara-negara lainnya,” bebernya.

Menurut Syubhan, konsep UN sebenarnya hanya mengukur tingkat pencapaian kognitif siswa seberapa jauh capaian pengetahuan dan pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Namun dalam perkembangannya dewasa ini siswa tidak hanya diukur dari tingkat capaian kompetensi kognitif saja.

“Tapi perlu juga pencapaian kompetensi lainnya yaitu aspek afektif dan psikomotoriknya juga,” terangnya.

Baca Juga :   KALSEL JUARA Umum Kompetisi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia 2024

Dijelaskannya, UN juga belum menyentuh kemampuan pengembangan kognitif dan karakter siswa, UN lebih memperkuat aspek memori siswa di mana kognitif dan memori-memori hal yang berbeda.

Bahkan UN juga belum menyentuh aspek afektif atau dengan kata lain aspek karakter/values siswa.

Akademisi yang sedang menempuh gelar Doktor di Universitas Negeri Semarang ini melanjutkan, dengan kata lain UN hanya berdasarkan kemampuan siswa dalam ingatan hafalan.

“Makanya kalau kita lihat banyaksiswa lebih fokus menghapal dibandingkan memahami dari isi pembelajaran,” ujar Syubhan.

Ia mengakui memang ada sisi positif dan negatifnya ketika bicara soal penghapusan UN. “Kalaupun dihapus atau diganti istilah mas Nadiem Makariem Mendikbud agar lebih menekankan pada aspek kognitif, afektif(karakter), dan psikomotorik siswa,” kata Syubhan.

“Di mana harus adanya asesment kompetensi minimum mirip dengan skoring PISA : literasi dan numerasi,” ungkapnya.

Syubhan menegaskan soal perubahan jangan pernah ditakutkan. Tetapi perubahan menjadi motivasi untuk bangkit dalam mengejar ketertinggalan dan semoga ketakutan orang tua terhadap ketidaklulusannya.

Anak-anak mereka menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar untuk menggapai cita-cita.

“Akan tetapi konsep hapalan juga penting karena sebagai salah satu pendekatan scientifik, yaitu mengingat konsep yang dicanangkan oleh mendikbud ini dinamakan merdeka belajar,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
KOMITMEN LKBH ULM Sebagai Rumah Keadilan bagi Masyarakat dan Aktif Penyuluhan – Pendidikan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19

PEMKO BANJARMASIN Dukung Layanan Devisa Bank Kalsel untuk UMKM dan Ekspor-Impor

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT Bangun Banua Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca