Suaridonesia -Memasuki pekan terakhir Januari 2019, kasus demam berdarah (DB) dan demam berdarah dengue (DBD) mulai mengkhawatirkan karena kini sudah mulai merambah hampir kseluruh kecamatan di Kota Banjarmasin, yang masing-masing ada penderitanya.
Bahkan kini juga banyak rumah sakit di Kota Banjarmasin pada umumnya ada ruang penderita kasus Deman Berdarah.
Sebut saja, Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, Rumah Sakit Sari Mulya, Rumah Sakit Bhayangkara, Islam, hingga Suaka Insan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Dwi Atmi membenarkan ada tujuh orang menderita DBD dan ada puluhan orang terjangkit DB sepanjang Januari 2019.
“Memang untuk kasus DD ada balita enam orang dan dewasa jumlahnya 89 orang, Alhamdulillah sembuh. Kemudian untuk kasus DBD juga ada balita dan dewasa, balita satu orang dan dewasa enam orang ini masih dirawat intensif,” ucap Dwi Atmi kepada awak media, Senin (28/1).
Bahkah, menurut Atmi, kasus DBD terbanyak awal tahun 2019 berada di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Utara. Kedua kecamatan ini masing-masing terdapat dua orang positif DBD.
Kemudian disusul Kecamatan Banjarmasin Selatan terdapat satu orang, Kecamatan Banjarmasin Barat satu orang, dan Banjarmasin Tengah satu orang.
Warga diminta memastikan tidak ada jentik nyamuk dan memakai lotion anti nyamuk. Atmi berkata angka ini tergolong tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Ia khawatir karena sudah tujuh orang positif DBD dan 95 orang positif DB pada Januari 2019.
“Berbeda pada tahun lalu sepanjang 2018, kami menerima laporan DBD sejumlah 32 orang dan DD 432 orang. Alhamdulillah semua sembuh dan sudah pulang ke rumah,” ungkapnya.
Untuk antisipasi, pihaknya menyemprot fogging ke sejumlah titik, seperti Komplek Palm View.
“Hari ini juga sempat fogging di Palm View. Emang jentiknya dapat dan banyak dari rumah dan jentiknya lebih dari 50 ekor, ini sudah dibasmi. Selanjutnya akan kami basmi ke seluruh pelosok Kota Banjarmasin,” ujar Atmi.
Timnya kesulitan menemukan jentik kamar mandi. Namun, jentik nyamuk banyak ditemukan di ban bekas atau kaleng bekas.
Lebih lanjut, Atmi mengimbau warga Banjarmasin memastikan tidak ada jentik nyamuk dan penggunaan lotion anti nyamuk.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















