PENDANGKALAN di Intake Sungai Bilu, Distribusi Air PDAM ke Barat dan Tengah Turun 5 Persen

- Penulis

Sabtu, 7 Agustus 2021 - 22:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kondisi cuaca yang panas terus menerus, kini mulai berdampak pada air Sungai Martapura berubah warna Hijau Tosca. Hal tersebut sangat berpengaruh pada penurunan kualitas Intake Sungai Bilu yang merupakan sumber air PDAM Bandarmasih terjadi pendangkalan.

Humas PDAM Bandarmasih, M Nur Wakhid, melalui pesannya di Whatsapp Group menjelaskan bahwa air baku PDAM saat ini sedang terjadi penurunan produksi yang dikarenakan kualitas air Sungai Martapura.

Dibeberkan Wahid, sudah empat hari sejak 4 Agustus air baku Intake Sungai Bilu terjadi penurunan, sehingga proses pengambilan air baku tidak maksimal dan berkurang hingga 5 persen atau menjadikan penurunan distribusi dari 1.500 kubik menjadi 1.420 kubik.

“Terus terang kini produksi dan kualitas air baku PDAM Bandarmasih kini mengalami penurunan. Meskipun, hujan namun di bagian Hulu masih belum terjadi hujan,” tulis Wahid melalui Whats App, Sabtu (07/08/2021).

Dari pantauan di lapangan, perubahan warna air sungai Martapura yang belakangan menjadi hijau tosca dan pendangkalan Intake Sungai Martapura berdampak penurunan kadar Ph atau tingkat keasaman air tinggi, sehingga perlu penyesuaian standar kadar air.

“Dengan kondisi keasaman yang tinggi PDAM berupaya menambah soda AS untuk menaikkan Ph. Kemudian untuk di Intake Sungai Bilu, kita upayakan pendalaman mulut intek agar terbuka saluran dan menambah input booster Basirih,” bebernya.

Wakhid mengatakan produksi saat ini berdampak pada pengurangan distribusi ke pelanggan yang berada di seputaran RS Islam, Banyiur, Kuin Selatan dan Teluk Tiram.

Cuaca panas yang terus-terusan saat ini membuat Intake Sungai Bilu terjadi pendangkalan, sehingga proses pengambilan air baku tidak maksimal dan berkurang hingga 5 persen atau menjadikan penurunan distribusi dari 1.500 kubik menjadi 1.420 kubik.

Baca Juga :   DISHUT Kalsel Tambah Sarana Penanganan Karhutla di Tahura Sultan Adam

“Produksi dan kualitas air baku PDAM Bandarmasih menurun. Meskipun ada hujan belakangan ini, namun di bagian hulu masih belum terjadi hujan,” katanya saat dikonfirmasi melalui Whats App, Sabtu (7/8).

Kondisi cuaca itu juga, pantauan di lapangan warna sungai Martapura yang dijadikan sumber air baku saat ini sudah mulai menghijau dan terjadi penurunan kadar Ph atau tingkat keasaman air. Sehingga perlu penstabilan standar kadar air.

“PDAM berupaya menambah soda as untuk menaikan Ph. Kemudian untuk di Intake Sungai Bilu, Kita upayakan pendalaman mulut intek agar terbuka saluran dan menambah input Booster Basirih,” bebernya.

Dikatakan bahwa produksi air bersih menurun dan wilayah pelanggan yang terkena dampak di seputaran RS Islam, Banyiur, Kuin Selatan dan Teluk Tiram.

Dengan ketidaknyamanan kondisi tersebut, manajeman PDAM meminta maaf sebesar-besarnya. Dan bagi warga yang memerlukan air dalam jumlah banyak atau keperluan penting lainnya bisa saja hubungi fasilitas mobil tangki PDAM Bandarmasih tutupnya.

“Kepada pelanggan yang memerlukan air dengan mobil tangki bisa menghubungi Call Center PDAM Bandarmasih 0511 3252541. Dan WhatsApp Center 0811-5151-46,” katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:25

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14