SuarIndonesia — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menambah sarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tahura Sultan Adam berupa 30 drum air dan 10 tandon air masing-masing berkapasitas 5.000 liter untuk memperkuat kesiapsiagaan di lokasi rawan.
Kepala Seksi Perlindungan Hutan Tahura Sultan Adam Dishut Kalsel Marvizon di Banjarbaru, Senin (10/8/2026), mengatakan sebanyak 30 drum terdiri atas 20 drum ditempatkan di kawasan Mandiangin dan 10 drum di kawasan Bukit Batu yang berada di dalam kawasan Tahura Sultan Adam.
“Sarana dan prasarana tersebut ditempatkan pada sejumlah titik yang rawan kebakaran untuk memastikan ketersediaan air sekaligus mempercepat respons petugas apabila ditemukan titik api sejak tahap awal,” ujarnya.
Ia mengatakan drum air di Mandiangin ada lebih dari 60 buah yang ditempatkan di Mandi Putri Kembar, Bukit Batu Mandiangin, sepanjang jalan dari Rumah Banjar menuju Agro, Arboretum Bambu, Jembatan Putih, hingga jalan sekat bakar.
“Seluruh drum yang telah ditempatkan di sejumlah titik tersebut selalu terisi air dan siap digunakan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang dapat mengancam kawasan konservasi Tahura Sultan Adam,” kata Marvizon, melansir dari Antara.
Dalam waktu dekat, UPT Tahura Sultan Adam juga akan menambah sekitar 10 tandon air berkapasitas masing-masing 5.000 liter di sekitar Desa Kiram, khususnya Pantai Kopi, serta Desa Awang Bangkal Barat untuk memperkuat ketersediaan sumber air pada lokasi strategis.
Selain menambah sarana pemadaman, pencegahan dilakukan melalui patroli rutin Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BRIGDALKARHUTLA) bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Polisi Kehutanan (Polhut) yang dilaksanakan pada siang dan malam hari untuk memantau kondisi kawasan.
Dishut Kalsel juga menempatkan petugas di pos-pos yang telah ditentukan untuk mempercepat deteksi dan penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran, sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap kawasan hutan.
“Penguatan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif menjaga fungsi Tahura Sultan Adam sebagai kawasan konservasi yang berperan penting dalam menjaga sumber air serta menyediakan ruang hidup bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa di Kalimantan Selatan,” ujar Marvizon. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















