SuarIndonesia -Koleksi bersejarah tersebut menjadi daya tarik bagi para siswa, guru pendamping, masyarakat umum, hingga pegiat seni dan budaya yang mengunjungi pameran.
Ini di Museum Lambung Mangkurat menggelar Pameran Temporer, Kamis (29/10/2026), bertema “Pesona Budaya dalam Keberagaman.
Dalam pameran tersebut baju Pangeran Antasari menjadi salah satu koleksi yang menarik perhatian pengunjung.
“Antusiasme siswa, guru pendamping, masyarakat, serta para pegiat seni dan budaya terlihat dari ketertarikan mereka terhadap koleksi unggulan kami, terutama baju Pangeran Antasari.
Sementara itu, anak-anak lebih tertarik pada fosil tulang paus.
Di situlah letak daya tariknya,” jelas Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, melalui Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya.
Selain baju Pangeran Antasari, fosil tulang paus juga menarik perhatian pengunjung, khususnya anak-anak yang ingin mengenal lebih dekat koleksi museum.
Ia mengatakan pameran temporer ini merupakan upaya untuk memperkenalkan kekayaan koleksi museum kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah.
Menurutnya, setiap koleksi yang dipamerkan memiliki cerita, nilai, dan keunikan tersendiri yang perlu diketahui masyarakat.
Baju Pangeran Antasari menjadi salah satu koleksi unggulan yang dapat menarik minat pengunjung untuk mengenal lebih jauh sejarah perjuangan dan tokoh-tokoh penting di Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan, pameran bertema “Pesona Budaya dalam Keberagaman” tidak hanya bertujuan menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan warisan budaya daerah.
Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa koleksi museum bukan sekadar benda peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari sejarah dan identitas yang perlu dijaga serta dilestarikan untuk generasi mendatang.
Ady menambahkan, kegiatan pameran temporer akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Terlebih, dalam waktu dekat, gedung induk Museum Lambung Mangkurat dijadwalkan menjalani revitalisasi, perbaikan, dan pemeliharaan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Meski revitalisasi gedung induk akan dilaksanakan, pihaknya memastikan Museum Lambung Mangkurat tetap membuka layanan bagi masyarakat dengan menghadirkan berbagai koleksi unggulan di area pameran yang tersedia.
“Dalam waktu dekat, gedung induk Museum Lambung Mangkurat dijadwalkan menjalani revitalisasi, perbaikan, serta pemeliharaan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena museum akan tetap buka dan menyajikan koleksi-koleksi terbaik untuk masyarakat.
Kami memiliki banyak koleksi yang tidak kalah menarik dari koleksi yang dipajang di gedung induk,” jelasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















