PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

SuarIndonesia — Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dekat kawasan bandara menjadi salah satu prioritas untuk wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kita optimalkan penanganan karhutla di ring satu atau di daerah yang berbatasan atau berdekatan dengan bandara. Kita bersyukur penerbangan sudah mulai bisa dijalankan,” kata Hanif di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Hal itu dia sampaikan saat memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Jalan Talawang Raya yang lokasinya berdekatan dengan kawasan bandara.

Wamenko melaksanakan peninjauan langsung ke lapangan sekaligus mengevaluasi penanganan karhutla berkaitan dengan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional (KSPEAN) di Kalimantan Tengah.

“Untuk di Palangka Raya ada 175 regu yang terlibat. Semuanya dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah provinsi dengan dukungan lainnya,” jelasnya.

Hanif memaparkan penanganan karhutla di Palangka Raya di antaranya adalah menyasar kawasan Jalan Talawang Raya dan lokasi lainnya dengan fokus mencapai ratusan hektare. Penanganan karhutla tak hanya berkaitan pemadaman api, tetapi juga pendinginan ataupun pembasahan lahan gambut.

Ia menjelaskan upaya penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, berbagai kelompok pemadam kebakaran serta lainnya.

Ia menambahkan, tim di lapangan akan dibagi menjadi 36 kelompok kerja berdasarkan titik-titik sumber air yang tersedia. Pembagian tersebut diharap memperkuat efektivitas pemadaman sekaligus memastikan penanganan menjangkau seluruh area terdampak.

Hanif juga mengingatkan kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) curah hujan dengan pola normal baru diperkirakan terjadi pada akhir November.

Sementara itu, hujan yang terjadi saat ini merupakan hasil operasi modifikasi cuaca. Namun, keterbatasan kandungan uap air membuat upaya pemadaman di lapangan tetap harus diperkuat.

Baca Juga :   HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

“Karena itu, kita tetap harus memperkuat tenaga lapangan. Semua daya yang kita miliki harus dikerahkan untuk menuntaskan penanganan ini,” tegasnya.

Mitigasi dampak El Nino pada produksi beras

Sementara itu, dilansir dari Antara, pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap produksi pangan nasional khususnya beras dengan mengawal ketat sejumlah provinsi sentra produksi padi.

Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pemerintah telah memperhitungkan potensi tekanan terhadap produksi beras akibat kondisi iklim tersebut termasuk melalui penguatan infrastruktur pengairan di wilayah pertanian.

“Beras kita akan mendapat tekanan dalam kondisi ini. Kita telah mencoba mengawal ketat delapan atau 10 provinsi utama penghasil padi. Karena itu, pompanisasi dan irigasi perpipaan juga terus kita lakukan di wilayah tersebut,” kata Hanif saat peninjauan lapangan dan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Ia memperkirakan dampak fenomena El Nino dapat menyebabkan tekanan terhadap produksi pangan hingga ratusan ribu ton setara beras. Meski demikian, pemerintah optimistis mampu menjaga kecukupan pasokan beras nasional hingga akhir tahun.

Berdasarkan data sementara hingga sehari sebelum peninjauan, produksi padi nasional yang dihitung berdasarkan kondisi pertanaman telah mencapai sekitar 32 juta ton lebih.

Pemerintah juga masih menargetkan tambahan produksi pada Desember sekitar 1,5 juta ton sehingga kebutuhan beras nasional diharap tetap terpenuhi dan target swasembada beras dapat dipertahankan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI
STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan
HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru