PEMBELAAN TERDAKWA Dugaan Pemotongan Bonus Atlet Peparprov Kalsel

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 23:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –  Perkara dugaan pemotongan bonus atlet Pekan Paralympic Daerah (Peparprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) 2022 kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (7/10/2025).

Kedua terdakwa Saderi selaku Ketua NPC dan Febriyanti Rielena, S.Pd selaku Sekertaris NPC Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Agenda, membacakan nota pembelaan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Ariyas Dedy SH MH.

Sedanglam tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asis Budianto SH MH dari Kejari Hulu Sungai Utara (HSU).

Terdakwa Febriyanti Rielena S.Pd melalui Penasihat Hukumnya Muhammad Rizky Hidayat SH,MKn dan Budi Setiawan SH membacakan eksepsi atau nota pembelaan/keberatan atas dakwaan JPU.

Dalam eksepsi terdakwa berpendapat bahwa pemberian bonus kepada Atlet dan Pelatih tersebut sudah dialokasikan dan dicairkan sepenuhnya kepada para atlet dan pelatih.

Shingga sejak itu dana tersebut bukan lagi merupakan APBD/APBN ataupun keuangan negara, melainkan telah beralih menjadi hak pribadi masing-masing penerima.

Dengan demikian, apabila terdapat pemotongan atau penyerahan kembali

sebagian bonus oleh atlet/pelatih kepada pengurus NPC, maka hal tersebut sudah bukan lagi menyangkut keuangan negara, melainkan ranah perdata atau pidana umum (penggelapan/penipuan/pemerasan) dalam lingkup KUHP, bukan tindak pidana korupsi.

Juga dituangkan dalam eksepsi dimana Dakwaan Tidak Lengkap Atau Kabur.

Bahwa pengembalian uang tersebut merupakan tindakan sukarela (voluntary restitution) dari terdakwa sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan itikad baik.

Sehingga layak menjadi pertimbangan hukum majelis hakim.

“Berharap agar majelis hakim menerima eksepsi dan menyatakan surat dakwaan JPU kabur serta batal demi hukum,” ucap Muhammad Rizky Hidayat.

Intinya penasihat hukum kedua terdakwa menolak dakwaan JPU.

Mereka menilai dakwaan yang diajukan tidak cermat dan tidak tepat sasaran, karena uang bonus atlet yang disebut diselewengkan itu bukan lagi termasuk kategori uang negara, melainkan dana hibah yang sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak penerima.

Baca Juga :   POLIKLINIK Terapung di Dermaga Shelter Kubah Basirih

“Kalau memang disebut ada kecurangan, itu bukan korupsi, karena uangnya sudah menjadi hak penerima hibah, dalam hal ini para atlet,” sambung Perasihat Hukum terdakwa, Syamsul Hidayat, usai sidang.

Menurutnya, pemotongan dana sebesar 15 persen yang dilakukan pengurus NPC bukan tindakan sewenang-wenang, melainkan sudah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Dalam aturan internal tersebut, pengurus diperbolehkan mengambil sebagian dana untuk biaya operasional dan pengelolaan.

“Ada ketentuan di AD/ART yang mengatur potongan sekitar 20 persen untuk pengelolanya,” jelas Syamsul ditanya wartawan.

Ia menegaskan, apabila ada pihak atlet yang merasa keberatan atas potongan tersebut, semestinya diselesaikan sebagai perkara pidana umum, bukan kasus korupsi.

“Kalau memang ada atlet yang merasa dirugikan, bisa saja melapor ke kepolisian dengan delik penggelapan. Tapi ini bukan tindak pidana korupsi,” tambahnya.

Sebelumnya, jaksa mendakwa Saderi dan Febrianty telah memotong dana hibah bonus atlet dan pelatih dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp330 juta.

Uang hasil pemotongan itu disebut mengalir ke delapan orang pengurus NPC, dengan Saderi dan Febrianty menerima bagian terbesar, masing-masing Rp75 juta.

Jaksa menyebut, bonus tersebut berasal dari anggaran hibah Pemkab Hulu Sungai Utara yang seharusnya diterima penuh oleh atlet dan pelatih sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka di ajang Peparprov Kalsel 2022.

Namun, menurut kuasa hukum terdakwa, uang itu sudah keluar dari kas daerah dan menjadi hak penerima, sehingga tidak dapat lagi dikategorikan sebagai dana negara.

Sidang ditutup dengan penyerahan barang bukti eksepsi dari pihak terdakwa kepada majelis hakim untuk dipelajari lebih lanjut. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut
TEMUAN MAYAT PEREMPUAN, Polisi ‘Kantongi’ Nama Terduga Pelaku
DITAHAN Dua Tersangka Korupsi Batu Bara Ilegal
BPJPH KALSEL Terbitkan 26.207 Sertifikat Halal
KEJAGUNG: ‘Sudah Pelajari Kasus Korupsi MBG Sejak Lama’
EKS WAMENAKER Noel Divonis 4,6 Tahun Penjara
DUGAAN PEMERASAN, KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Tujuh ASN
DIRINGKUS Polda Kalsel Dua Kurir Jaringan Gembong Narkotika Internasional, 9,5 Kg Sabu Disita

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:21

KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:56

TEMUAN MAYAT PEREMPUAN, Polisi ‘Kantongi’ Nama Terduga Pelaku

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:24

DIRINGKUS Polda Kalsel Dua Kurir Jaringan Gembong Narkotika Internasional, 9,5 Kg Sabu Disita

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:20

RATUSAN HAJI Kloter 01 Debarkasi Banjarmasin Mendarat Selamat di Banua

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:34

DECAK KAGUM Warga Saksikan Jupiter Aerobatic Team TNI AU

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:47

POLRESTA Banjarmasin Amankan Delapan Motor Terindikasi Balap Liar

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:37

PRIA PEKERJA SERABUTAN Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Sumur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:53

GAJI ke 13 ASN Pemprov Kalsel Dicairkan Mulai Besok, Alokasi Anggaran Disiapkan 120 Miliar

Berita Terbaru


Dua tersangka dugaan korupsi batu bara ilegal ditahan Kejati Kaltim. (Foto: Dok Kejati Kaltim)

Hukum

DITAHAN Dua Tersangka Korupsi Batu Bara Ilegal

Kamis, 4 Jun 2026 - 20:29

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca