“Ini sudah mencapai sekitar 92 persen memenuhi kota haji daerah kita yang diberangkatkan tahun ini,” katanya.
Tambrin menyebutkan target pelunasan tahap kedua sebanyak 391 orang calon jamaah haji yang berhak dari 201 orang yang sudah melunasi.
Pada pelunasan Bipih tahap kedua ini diperuntukkan bagi jamaah calon haji dengan kategori meliputi calon jamaah haji yang belum melakukan pelunasan biaya haji pada tahap I karena mengalami gagal sistem.
Kemudian, pendamping calon jamaah haji lanjut usia, calon jamaah haji penggabungan suami atau istri dan anak kandung atau orang tua yang terpisah, serta pendamping calon jamaah haji penyandang disabilitas.
“Jumlah tersebut di luar kuota tambahan yang didapatkan Provinsi Kalsel dari hasil pembagian kuota tambahan nasional dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebanyak 253 orang, sehingga total menjadi 4.071 orang calon haji Kalsel yang berangkat pada 2024,” katanya dikutip Antara.
Tambrin optimistis kuota haji Kalsel pada 2024 terpenuhi karena tingkat pelunasan Bipih per hari cukup tinggi dengan penetapan biaya sebesar Rp56 juta untuk Embarkasi Banjarmasin, Kalsel.
“Insya Allah jika semua jemaah haji kita dapat melakukan pelunasan, kita berharap akan mendapatkan kouta tambahan lagi, seperti pada tahun kemarin kouta jemaah haji dari provinsi lain ada yang tidak terpenuhi bisa ditambahkan ke provinsi kita,” katanya. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















