PEKERJA Sawit Diserang Beruang Madu

- Penulis

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi salah seorang korban serangan beruang di Kecamatan Mentaya Hulu. (ANTARA/HO-Arsip BKSDA Sampit)

Kondisi salah seorang korban serangan beruang di Kecamatan Mentaya Hulu. (ANTARA/HO-Arsip BKSDA Sampit)

SuarIndonesia — Beruang madu menyerang dua pekerja perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

“Kami menerima laporan ada serangan satwa liar, yakni beruang madu. Korbannya dua orang, merupakan karyawan salah satu perkebunan kelapa sawit di Mentaya Hulu,” kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Selasa (22/7/2025).

Muriansyah menjelaskan, serangan beruang madu ini sebenarnya terjadi pada Rabu (16/7/2025), tetapi baru dilaporkan ke BKSDA Resort Sampit pada Jumat (18/7/2025). Kejadian ini menimpa pemanen dan pemuat sawit di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Kronologi kejadian, awalnya pemanen sedang melakukan pekerjaannya memanen sawit menggunakan egrek. Lalu, ketika pemanen tersebut hendak beristirahat, egrek tersebut disandarkan di pelepah pohon sawit dan mungkin karena ada angin egrek itu terjatuh.

Egrek adalah alat pertanian yang digunakan untuk memanen buah-buahan yang tinggi di pohon, terutama kelapa sawit. Bentuknya terdiri dari tongkat panjang (bisa dari pipa atau bambu) dengan pisau melengkung atau sabit di ujungnya.

Egrek itu jatuh mengenai tumpukan daun di tanah yang ternyata di dalamnya ada beruang madu. Merasa terganggu, satwa itu keluar dari bawah tumpukan daun dan menyerang pemanen yang berada di dekat lokasi tersebut.

“Tak jauh dari lokasi itu ada juga pekerja lain yang bertugas memuat buah. Pemuat ini mendengar suara teriakan dan mendatangi sumber suara, melihat pemanen sedang diserang beruang si pemuat ini mau menolong tetapi malah dia ikut diserang, makanya korbannya ada dua,” kata Muriansyah, dilansir dari ANTARANews.

Kedua korban berhasil selamat meski mengalami beberapa luka di lengan dan kaki akibat serangan beruang. Kedua korban ini dibantu pekerja lainnya, lalu dibawa ke klinik perusahaan untuk mendapat penangan medis dan kini beristirahat di mes masing-masing.

Baca Juga :   KURIR EKSPEDISI Diedukasi Satlantas Polresta Banjarmasin

Muriansyah melanjutkan, beruang madu termasuk hewan nokturnal, yang lebih aktif pada malam hari.

Ia menduga ketika egrek jatuh itu menimpa beruang madu yang sedang tidur dan menyebabkan satwa itu merasa terganggu.

“Dan tumpukan daun itu kami duga adalah sarang, apalagi kalau beruang itu berada di bawahnya, tetapi ini harus kami pastikan dulu dengan mengecek ke lokasi untuk memastikan apakah beruang itu memang bersarang di lokasi itu atau sekadar tidur sebentar,” lanjutnya.

Muriansyah menyebut, pihaknya menyiapkan beberapa rencana tindak lanjut terhadap laporan ini. Pertama, jika beruang madu itu terbukti masih ada di kawasan perkebunan maka pihaknya akan memasang perangkat untuk menangkapnya.

Kedua, jika tidak lagi ditemukan tanda-tanda keberadaan beruang maka akan dilakukan observasi dan pemasangan spanduk imbauan agar siapa saja yang beraktivitas di sekitar lokasi itu bisa berhati-hati. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERDUGA KAWANAN PREMAN di SPBU Resahkan Sopir Truk, Digiring Polisi
DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
SEORANG PEJABAT di Lingkup Pemprov Kalsel Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kronologisnya
DIMENSI PEMAHAMAN Jadi Sorotan, Potensi Radikalisme di Kalsel Meningkat
AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga
POLISI BUBARKAN Sekelompok Pemuda Aksi “Cosplay Tuyul” di Jalan Raya
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09

PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:54

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:04

BURONAN Penggelapan Dua Mobil Ekspedisi Dibekuk “Macan” Polresta Banjarmasin

Berita Terbaru

Kalsel

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca