PEKERJA Pemecah Batu Tewas Terjepit dan Dievakuasi dari Gunung

- Penulis

Minggu, 6 Oktober 2024 - 00:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pekerja pemecah batu bernama Wardi (61) teeas akibat terjepit di  Gunung Naringgit Desa Pangelak RT03 Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/10/2024) (SuarIndonesia/Ist)

Seorang pekerja pemecah batu bernama Wardi (61) teeas akibat terjepit di  Gunung Naringgit Desa Pangelak RT03 Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/10/2024) (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Seorang pekerja pemecah batu bernama Wardi (61) teeas akibat terjepit di  Gunung Naringgit Desa Pangelak RT03 Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/10/2024).

Diperkirakan korban dalam kondisi terjeoit batu itu sudah lebih dari 12 jam sebelum ditemukan dan dievakuasi.

Sementara Satuan Reserse Kriminal Polres Tabalong, telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dipimpin Kasat Reskrim,g Iptu Danang Eko Prasetyo bersama Kapolsek Upau, Ipda Mateus Torance.

Kapolres Tabalong AKBP Anib Bastian mengatakan korban asal Desa Pangelak RT03 Kecamatan Upau diduga terjatuh saat sedang bekerja.

“Penyebab kematian akibat pendarahan dan patah tulang terbuka kedua tungkai bawah dan diperkirakan korban meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.

Selain itu, korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan lengan serta patah tulang terbuka pada kedua tungkai bawah.

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Kapolres korban tidak terlihat di pondok yang biasa ditempati dan setelah dicek, alam kondisi terjepit batu yang diduga terjatuh saat sedang bekerja.

Baca Juga :   KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Saksi turun dari bukit dan bertemu saksi lain serta menyampaikan soal kondisi korban, ang terjepit batu dan diduga telah meninggal dunia.

Kemudian, rekan korban menghubungi Polsek Upau dan tim penanggulangan bencana untuk dilakukan evakuasi. Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi dan menerima kejadian yang dialami oleh korban karena musibah dan bersedia membuat pernyataan.

Diketahui, korban memang juga sering bekerja sendirian dan bisa sampai larut malam. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:01