Suarindonesia– Menyusul kegiatan Pasar Ramadhan tahun 2019 ternyata membawa dampak yang kurang baik bagi taman Kamboja.
Pasalnya, separuh lebih taman yang tertata asri dan apik belakangan setelah Magrib sampai malam bertabur sampah makanan yang berserakan.
Dari pemantauan seminggu ini, tak hanya warga yang akan berbuka membawa makanan di Taman tetapi puluhan pedagang kaki lima (PKL) juga berjualan di area Taman Kamboja hampir setiap malam menyisakan sampah Ramadhan.
Belakangan PKL mengaku berjualan di sana terkena pungutan liar (pungli) oleh orang yang tidak dikenal, pungutan bervariasi dari Rp5.000 rupiah hingga Rp15.000.
Salah seorang pedagang minuman dan snack, Sarah mengungkapkan baru kali ini terjadi pungutan semacam itu. Sebab ia berjualan sejak awal pasar Ramadhan dibuka, belum pernah mengalami adanya pungutan tersebut.
Meski tak seberapa, Salasiah dan pedagang lainnya tetap merasa kebingungan dengan ulah orang yang tidak dikenal tersebut yang memungut sejumlah uang kepada puluhan PKL di sekitar kawasan taman Kamboja kemarin.
“Tadi malam kita dipungut, dan tidak diketahui pungutan apa itu, ini baru pertama kali, dan dilakukan oleh seorang pria dengan ciri-ciri gempal dan gundul, semua PKL di sini ditagihnya,” ucap Sarah kepada awak media, Rabu(15/05/2019).

Selanjutnya, awak media juga mencoba melakukan konfirmasi kepada kelompok penjaga taman Kamboja. Saat dikonfirmasi Rahman mengatakan baru mengetahui hal tersebut dari pedagang yang mengadu ada terjadi pungutan dan dapat dipastikan pungutan liar.
Rahman memastikan dari 10 orang petugas penjaga taman Kamboja tidak ada satu pun yang melakukan pungutan tersebut. “Jadi sudah bisa dipastikan ini ada orang yang tak dikenal berani melakukan pemungutan liar di sini,” ujar Rahman.
Melalui kondisi tersebut, PKL, Rahman membeberkan pungutan liar tersebut terjadi sesaat setelah waktu Magrib, di mana para petugas penjaga taman saat itu sedang menikmati hidangan berbuka puasa. “Kami pun sedang menyelidiki siapa yang melakukan ini. Yang jelas kami tidak ada melakukan, takutnya kami yang kena tuduh nantinya yang melakukan pungutan. Ini benar-benar membuat resah baik para pedagang maupun kami sebagai penjaga taman,” bebernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Drs H Mukhyar yang dikonfirmasi di Balaikota, mengaku tidak mengetahui adanya pungutan yang dilakukan oleh oknum yang tidak dikenal. Namun ia sudah mendapatkan laporan petugas penjaga taman Kamboja beberapa hari terakhir sempat terjadi pungutan liar.
“Kalau dari petugas kami tidak ada yang melakukan pungutan, sebab kalau ada yang melakukan pungutan maka akan kami berhentikan langsung,” pungkasnya.
Mengenai sampah Ramadhan yang setiap berserakan, pihaknya juga mengaku mendapatkan tambahan pekerjaan baru sehubungan banyaknya sampah di Taman Kamboja. Selain menambah pekerjaan juga waktu pembersihan pukul 20.00 WITA belum bisa dilakukan sehingga pembersihan baru bisa dilakukan pukul 23.00 WITA baru bisa dibersihkan karena pengujung dan pedagang bersangsung-angsur sepi.
“Kita ingin membersihkan tetapi pengunjung taman dan pedagang masih banyak sehingga kadang-kadang membuat kita kesulitan. Dan akhirnya pekerjaan aparat kebersihan sampah bertambah jam kerja dan pengangkatan sedikit molor,’’ demikian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Drs H Mukhyar.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















