SuarIndonesia – Berdasar tingginya angka penyebaran di pasar tradisional di Banjarmasin, maka gugus provinsi memfokuskan pengamanan pasar untuk memasifkan edukasi secara humanis yang melibatkan unsur TNI, Polri, san Satpolpp provinsi.
“Petugas gabungan uni dikonsetrasikan melakukan edukasi terhadap pasar tradisional di Kota Banjarmasin yang berjumlah 38 pasar.
Jumalah personel 324 masing-masing 81 orang dari TNI, Porli, dan Satpolpp. Mereka akan mengedukais pedagang dan pengunjung. Mudahan-mudahan membawa perubahan perilaku pedagang dan pengunjung untuk melaksanakan pencegah covid,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, HM Muslim, Kamis (28/5/2020).
Klaster pasar tradisional menjadi penyumbang kasus covid terbesar kedua di Kalsel setelah klaster Gowa.
Klaster Gowa mencatat 137 kasus dan klaster pasar tradisional menyumbang 102 kasus.
“Di Kalsel setidaknya tercatat 6 klaster, selain klaster Gowa dan pasar tradisional juga ada klaster Jawa Barat, klaster Kalteng, dan klaster kontak pertama,” jelas Muslim.
Setelah melakukan rapid diagnosa test (RDT) beberapa saat lalu pada beberapa pasar ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab metode PCR bagi yang reaktif, diketahui 102 di antaranya konfirmasi positif.
“102 kasus hasil tracing semuanya dilakukan di beberapa pasar di Banjarmasin beberapa waktu lalu, hasil swab dikirim ke laboratorium pada 18 Mei dan konfirmasi baru keluar,” katanya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















