SuarIndoneasia – DPRD Kalsel menggelar sidang Istimewa Paripurna tentang kesepakatan bersama eksekutif tentang KUPA PPAS Perubahan APBD Pemprov Kalsel tahun anggaran 2021 Rabu (1/9/2021).
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam pidato sambutan pertamanya menyampaikan, melalui Perubahan APBD 2021 upaya dilakukan agar penanganan pandemi Covid-19 di daerah lebih maksimal baik di sektor kesehatan, ekonomi maupun pendidikan.
Selain itu juga mengharapkan dengan disepakatinya APBD 2021 mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan daerah sesuai dengan prioritas yang direncanakan.
“Kita fokuskan untuk penanganan Covid-19, berbagai cara kita lakukan untuk meminimalisir penularannya sekecil mungkin,” ucapnya
Selain penanganan Covid-19, ada lima poin penting yang akan dikerjakan
Pertama membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur.
Dua, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Tiga, memperkuat sarana prasarana dasar dan perekonomian.
Empat, tata kelola pemerintahan yang lebih fokus pada pelayanan publik dan kelima,menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan bencana.
“Sejak saat ini kami meminta dukungan dan kerja sama dari DPRD Kalsel untuk nantinya sama-sama mengelola pemerintahan secara transparan dan akuntabel,” kata Sabirin
Ia juga mengatakan lima tahun maraton telah membangun Provinsi dengan 13 Kabupaten dan Kota.
Seperti misalnya meningkatkan IPM dari 69,5 menjadi 70,91 persen kemudian menurunkan angka miskin 4,92 menjadi 4,33 persen dan meraih SAKIP dengan nilai A. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















