Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh.(Foto/Dok.SuarIndonesia)
SuarIndonesia – Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh menyikapi kasus penyelundupan rotan asalan atau rotan mentah yang belakangan masih marak terjadi terutama rotan yang berasal dari Kalimantan Tengah yang diselundupkan ke Malaysia atau negara lainnya termasuk ke China meminta kepada pihak berwajib agar menindak tegas para pelaku penyelundupan rotan.
“Ini agar tidak terjadi lagi di masa mendatang karena sangat merugiakan negara dan rakyat. Terutama di masa pandemi ini di mana masyarakat memerlukan lapangan pekerjaan dan lapangan usaha,” tandas legislator asal Kalsel menjawab pertanyaan SuarIndonesia.com, Senin (12/7/2021) tentang adanya dugaan yang tidak disangkal Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP Cilbab Sampit, Indasah soal penyelundupan rotan Kalteng ke Luar Negeri seperti China.
Hal ini, tegas Pangeran, sangat merugikan penerimaan negara dan merugikan masyarakat setempat.
Dugaan ini diperkuat dengan beberapa penyelundupan yang berhasil digagalkan, baik oleh DitPolair atau oleh pihak Bea Cukai yang baru-baru ini dapat diamankan.
Bahkan pihak Bea Cukai Sampit menyebutkan, salah satu indikasi kuat adanya pendistribusian rotan secara ilegal ke luar negeri itu. Karena China saat ini disebut sebagai negara pengekspor rotan terbesar di dunia. Padahal China tidak punya hutan yang bisa menghasilkan rotan seperti di Indonesia terutama di Kalimantan Tengah.
“Saya memberikan apresiasi kepada pihak Kepolisian dan Bea Cukai yang telah menggagalkan penyelundupan rotan bulat ini,” ucap Pangeran.
“Kami juga berharap agar koordinasi para pihak khususnya pihak Kepolisian, Bea Cukai dan instansi teknis lainnya dapat ditingkatkan sehingga mampu mencegah penyelundupan rotan bulat ini,” pinta Pimpinan Komisi III DPR-RI ini.
Pangeran juga meminta agar ada evaluasi secara menyeluruh terkait kebijakan tata niaga rotan yang mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.
Menurut mantan Bupati Banjar dua periode ini, rotan yang banyak tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Kalteng adalah salah satu modal bangsa yang harus didayagunakan semaksimal mungkin dan dapat membuka lapangan kerja serta mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat.
Kebijakan pemerintah untuk melarang ekspor rotan dalam bentuk bahan baku mentah dan atau setengah jadi dapat medorong rumbuhnya industri rotan terutama dalam bentuk furniture atau lampit atau berbagai bentuk lainnya sesuai permintaan pasar. “Hal ini akan menumbuhkan perekonomian nasional,” tandas politisi PAN ini.
“Semoga dengan keberhasilan mengatasi penyelundupan rotan bulat dan setengah jadi ini mampu mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara pengekspor rotan dalam bentuk bahan jadi serta dapat mendongkrak perekonomian Indonesia,” harap Pangeran.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















