Pangeran Khairul Saleh Hadiri Haul Datu Apit Al-Banjari Sungai Lumbah Batola

Pangeran Khairul Saleh Hadiri Haul Datu Apit Al-Banjari Sungai Lumbah Batola
Pangeran Khairul Saleh saat diminta memberi sambutan pada acara Haul Datu Apit di Sungai Lumbah, Batola.(foto: R. Agus/suarindonesia.com)

Suarindonesia – Sultan Banjar Pangeran Khairul Saleh menghadiri Haul Datu Apit Al-Banjari bin Haji Mayusuf Sungai Lumbah Kabupaten Barito Kuala, yang ke-62, Ahad (3/11/2018).

Dimulai dengan pembacaan surah Yaseen yang dipimpin Tuan Guru Muhammad Arsyad yang dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci Al Qur’an oleh qari Ahmad Yasir.

Kemudian Tuan Guru Muhammad Arsyad atau yang dikenal dengan sebutan Guru Habaya memimpin syaiir Maulid yang diikuti ribuan jemaah laki-laki dan perempuan dari berbagai daerah, terutama darl warga Desa Sungai Lumbah dan Desa Beringin, Alalak, Handil Bakti, Marabahan Kabupeten Batola sendiri serta Banjarmasin memadati acara haul tersebut. Sejumlah ulama dan habaib, dan juga wakil rakyat juga turut hadir, di antaranya Tuan Guru H Asdi dan Habib Fadil Al Babud dan Habib Idrus Al Baqais, anggota DPRD Batola Hendri Dyah Estningrum SH dari PAN.

Manakib Datu Apit yang diceritakan Guru Muhammad Arsyad disebutkan, perjalanan hidup wali Allah Datu Apit. Dulu di daerah Sungai Lumba banyak ‘bahuma’ (bersawah) berasal dari Martapura, di antaranya Datu Apit.

Ketika Datu Apit wafat, beberapa hari muncul cahaya keluar memancar dari kubur Datu Apit. Dari hal tersebut diketahui keramat Datu Apit.

Datu Apit banyak mengaji ke ulama dan tuan-tuan guru besar, di antaranya Tuan Guru KH Zainal Ilmi Dalam Pagar dan Mufti Jamaluddin Sungai Jingah. Datu Apit ketika itu sama-sama dengan Habib Hamid Bahsyim Basirih dengan Mufti Jamaluddin Sungai Jingah.

Datu Apit itu pemurah, rendah hati, berjiwa sosial tinggi. Salah satu contoh, Datu Apit sendirian membersihkan pohon purun untuk jalan dan lahan untuk orang banyak berhuma. Selain itu, kalau panen keladi, sebagian besar diberikan untuk orang lain dan yang dibawa ke rumah hanya sedikit.

Saat masih hidup, salah satu karomah dia adalah, saat air asin di Sungai Barito Datu Apit memberi orang kehausan, air diminum tidak asin.

Sementara Pangeran Khairul Saleh yang dimintakan sambutannya mengatakan, Datu Apit merupakan orang alim, rendah hati dan dermawan yang patut diteladani. ” Beliau mencari nafkah hanya untuk orang lain. Teladan yang berjiwa tinggi dan dermawan,” kata Sultan.

Pangeran Khairul Saleh mengatakan, haul ini merupakan wujud rasa hormat dan kecintaan kita terhadap Datu Apit. “Dan sebagai media mempererat rasa silaturrahmi dan kebersamaan kita dalam bingkai Ahlusunnah Wal Jamaah,” katanya.

Harapannya, ke depan Haul Datu Apit makin banyak yang hadir, baik dari ulama, pejabat hingga jemaah dari berbagai penjuru.(RA)

 458 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: