PAKAI SANDAL, Terpaksa Siswa- Siswi SD ke Sekolah

- Penulis

Senin, 6 Desember 2021 - 23:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Banjir rob yang terjadi tadi malam rupanya tidak hanya merendam permukiman warga. Lingkungan sekolah pun ternyata juga ikut terdampak akibat tingginya air pasang tersebut.

Seperti yang terjadi pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) Antasan Besar 7 Banjarmasin. Sekolah yang berlokasi di Jalan Meratus, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu ternyata juga terendam genangan air pasang.

Saat bertandang ke lokasi, genangan setinggi mata kaki orang dewasa masih terjadi di halaman sekolah.

Salah satu siswa di sekolah tersebut, Diana Irdina mengaku terpaksa memakai sandal karena halaman sekolah masih banjir saat dirinya datang tadi pagi.

“Sengaja pakai sandal. Soalnya disuruh guru juga lewat grup WhatsApp,” katanya saat dibincangi awak media, Senin (6/12/2021).

Bocah berusia 10 tahun itu mengaku, bahwa mengenakan sandal ke sekolah seperti sekarang ini merupakan pengalaman pertama dirinya selama empat tahun bersekolah disana.

 

PAKAI SANDAL, Terpaksa Siswa- Siswi SD ke Sekolah (2)

 

“Baru kali ini sekolah pakai sendal gara-gara banjir, asyik juga. Walaupun banjir dan hanya memakai sandal, tapi kita tetap semangat belajar,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Masnah, salah satu guru kelas yang mengajar di sekolah yang tepat berada di belakang gedung Pyramid Suites Hotel Banjarmasin itu mengatakan, lapangan yang biasa dipakai untuk kegiatan olahraga dan upacara bendera itu terendam air pasang cukup tinggi.

“Pagi tadi genangannya masih tinggi, sekitar di bawah lutut. Sedikit lagi airnya naik ke teras,” ucapnya saat ditemui awak media di sela aktivitas mengajarnya, Senin (6/12/2021) siang.

Saking tingginya genangan di halaman sekolah, ia menceritakan para guru dan orang tua siswa terpaksa mengendarai sepeda motornya sampai ke depan teras.

“Orangtua juga dibolehkan mengantar anaknya sampai ke depan teras. Ini karena ketinggian air di halaman cukup dalam, takutnya malah bisa membuat seragam siswa basah,” ujarnya.

Baca Juga :

LIBUR SEKOLAH Bakal Tergeser Kebijakan PPKM

Selain itu, pihak sekolah rupanya juga memberikan toleransi waktu kedatangan siswa ke sekolah dikarenakan tak sedikit rumah siswa juga ikut terdampak banjir.

Baca Juga :   INVESTASI di Kalsel Angka Rp 18,13 Triliun, Kotabaru -Tanah Bumbu dan Banjarmasin Penyubang Terbesar

“Jadi agak siangan kita masuk belajarnya. Yang biasanya masuk jam 8 diundur ke jam 9 julai jam pelajarannya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membolehkan siswa tidak memakai sepatu saat hadir mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

“Orangtua siswa juga sudah kita beritahu kalau untuk sementara ini anaknya boleh memakai sandal ke sekolah. kasian siswanya nanti kalau sepatu basah,” ungkap wanita berusia 50 tahun itu.

“Toleransi pakai sandal ini dibolehkan karena genangan di lapangannya cukup tinggi. Kalau di hari biasa tidak boleh pakai sandal, wajib pakai sepatu,” tambahnya.

Kendati demikian, rekan Masnah, Echy menekankan bahwa genangan tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas belajar di kelas.

“Alhamdulillah ruang kelas, kantor guru dan ruang lainnya cukup tinggi. Jadi tidak sampai masuk ke dalam kelas. Cuma halaman saja,” tukasnya.

Namun ia menambahkan, bahwa ketinggian air pasang yang terjadi tadi malam merupakan genangan tertinggi yang pernah terjadi di sini.

“Memang lapangan di sekolah kami ini selalu terendam, tapi hujan deras dan air pasang tadi malam membuat semakin tinggi,” beber guru olahraga di sekolah tersebut.

“Beruntung siswa kita lagi menjalani ulangan semester, jadi aktivitas di lapangan tidak ada. Materi pelajaran olahraga juga masih disampaikan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” tuntasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP
SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel
PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar
KORBINMAS BAHARKAM POLRI Cek Kendaraan dan Alusista di Polda Kalsel
PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin
DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru
KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik
LAKALANTAS MAUT di Traffic Light Sultan Adam, Renggut Nyawa Seorang Ibu Dibonceng Anaknya

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:38

KTP HILANG Didenda!, Legislator Usul Terapkan Satu Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 23:26

JUNI 2026, Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Lima Lokasi PSEL

Rabu, 22 April 2026 - 22:01

PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 22 April 2026 - 21:55

DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru

Rabu, 22 April 2026 - 21:45

KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sofia Kamila (13) jemaah haji termuda asal Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca