SuarIndonesia -Realisasi investasi di Kalsel tahun 2024 sangat positif. Hingga triwulan ke 3 capaiannya sudah 95 persen dari target 19,1 triliun, kini berada di angka Rp 18,13 triliun.
“Membaiknya ekonomi menjadi salah satu faktor meningkatkan realisasi investasi di Banua,” kata Kabid Pengendalian Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Denny P Sinaga, Minggu (10/11/2024).
Capaian investasi Kalsel berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 12,18 triliun.
Sementara dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 5,95 triliun.
Kotabaru menjadi kabupaten penyumbang terbesar realisasi investasi Banua dengan nilai Rp 4,6 trilun.
Disusul Tanah Bumbu senilai Rp 3,71 triliun. Kemudian Banjarmasin sebesar Rp 3,1 triliun.
Kabupaten Tapin berada di urutan keempat dengan nilai Rp1,6 triliun diikuti Banjar sebesar Rp1,4 triliun. Lalu Tanah Laut senilai Rp 1,2 triliun.
Selanjutnya, Tabalong Rp880,6 miliar, Balangan Rp 652,6 miliar, Banjarbaru, Rp 389,1 miliar, Hulu Sungai Selatan Rp 322,5 miliar, Barito Kuala Rp 130 miliar dan Hulu Sungai Utara Rp 2,9 miliar.
Sektor tambang masih mendominasi investasi di Banua dengan total realiasi Rp 10 triliun disusul sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi. Lalu sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan.
Hongkong menjadi negara penyumbang tersebesar sebagai investor asing dengan nilai Rp 2,99 triliun diikuti Singapura sebedar Rp1,3 triliun.
Denny optimistis tercapainya target, sebab masih ada sekitar tiga bulan untuk mengejar target yang dibebankan.
“Bukan hanya tercapai, kami yakin realisasi investasi ini akan melebihi target,” ucap Denny Sinaga.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















