NYAI BALAU Panglima Dayak Wanita Sakti

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 01:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Nyai Balau, Panglima Dayak wanita sakti, merupakan pahlawan dari Kalimantan Tengah (Kalteng).  Nama itu disematkan karena Nyai Balau memiliki rambut hitam legam yang terurai indah hingga ke pinggangnya

Perempuan itu berasal dari Tewah, sebuah wilayah di Kabupaten Gunung Mas yang dikelilingi sungai dan rimba hijau.

Namanya dikenal hingga kini bukan hanya karena kesaktiannya, tetapi juga karena keberanian dan kebijaksanaannya dalam memperjuangkan keadilan.

Pahlawan-pahlawan wanita yang membuat  bangga dan bahwa perempuan juga bisa berjuang bersama pahlawan laki-laki.

Diceritakan, yang disadur dari buku Nyai Balau: Cerita Rakyat dari Kalimantan Tengah (2016) karya Tjak Basori, inilah kisah Nyai Balau, wanita sakti dari Tengah Kalimantan.

Nyai Balau seorang yang baik, sopan dalam bertutur kata serta santun perilakunya. Ia juga penurut serta taat kepada orang tuanya. Dia mempuyai seorang anak yang paling dia sayanginya yang sudah di kayau (dipenggal kepalanya) oleh Antang dari Juking Sopang.

Setelah tujuh hari tujuh malam lamanya ia bertapa untuk memohon petunjuk kepada Tuhan Penguasa Alam. Nyai Balau bertemu seorang nenek yang bilang kalau anaknya sudah meninggal dunia.

Nenek itu kemudian menurunkan kesaktian Kepada Nyai Balau serta memberikan sebuah selendang sakti sebagai senjata pamungkas.

Setelah sampai di rumah ia mengajak suami serta semua keluarga dan sejumlah prajuritnya menuju Juking Sopang untuk menuntut balas atas kematian putranya.

Setibanya di Juking Sopang, Nyai Balau meminta Antang mengakui kesalahannya serta meminta maaf.

Antang seorang yang angkuh itu tidak mau mengakui kesalahannya. Bahkan malah menyerang Nyai Balau.

Seranggannya bisa dihindari dengan mudah oleh Nyai Balau. Begitu Antang lengah Nyai Balau yang sakti itu segera melemparkan selendangnya ke arah dada Antang, seketika itu antang yang sombong jatuh tersungkur ke tanah.

Setelah merobohkan Antang, Nyai Balau lalu mengajak mereka untuk untuk berdamai dan membahas ketentuan adat yang berlaku atas kejahatan pembunuhan.

Baca Juga :   BARA GAMBUT Pulpis Masih Mengintai

Ia menolak untuk membayar denda adat tersebut. Dengan sebagian sisa tenaga yang dimiliki, ia berupa bangkit kemudian kembali menyerang Nyai Balau.

Pertarungan sengit kembali berlangsung. Nyai Balau yang telah muak menyaksikan kesombongan pemuda itu segera menyerang dengan selendang saktinya. Antang pun tewas di tangan Nyai Balau.

Lalu Nyai Balau bersama suami serta rombongannya pulang dengan perasaan lega. Sejak kejadian itu Nyai Balau dikenal sebagai wanita sakti yang tidak sombong dan baik hati.

Dalam beberapa versi cerita, Nyai Balau bahkan diangkat menjadi pangkalima, pemimpin perempuan yang dihormati di Tewah.

Cerita Nyai Balau mengandung pesan tentang keteguhan hati seorang ibu, keberanian perempuan, dan kearifan lokal masyarakat Dayak.

Nyai Balau menunjukkan bahwa perempuan pun bisa menjadi pemimpin, penegak keadilan, dan pembawa kedamaian.

Dalam budaya Dayak, nama “Nyai” tidak sembarang diberikan. Gelar itu diperoleh bukan karena garis keturunan, tetapi karena kebijaksanaan, kemampuan, dan keberanian seseorang dalam membela kebenaran.

Maka tak heran jika kisah Nyai Balau terus diajarkan dari generasi ke generasi, bahkan diangkat dalam berbagai pagelaran seni dan budaya di Kalimantan Tengah.

Itu dia cerita perjuangan Nyai Balau. Sosoknya bukan hanya legenda, tetapi simbol bahwa perempuan Dayak memiliki peran besar dalam menjaga kehormatan dan keseimbangan hidup di bumi Kalimantan. (MC/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ
KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September
799.440 Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan
API Karhutla Diburu Pakai X-Fire
TRAGEDI Kapal Virgo Transport 8: 2 Warga Asal Sampit Masih Hilang
KARHUTLA Kobar: Ada Satu Tersangka dan 8 Diperiksa
ASAP Karhutla Selubungi Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama
HOTSPOT Kalteng Menggila Lagi!

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:42

DUA Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Garut

Rabu, 16 September 2026 - 20:33

DISEPAKATI Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK

Rabu, 16 September 2026 - 20:27

PRESIDEN Prabowo Pangkas Transfer Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 20:08

IZIN 26 Perusahaan Dibekukan Terkait Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 22:17

KOORDINASI ke Kemendagri, Banggar DPRD Kalsel Pastikan Penguatan APBD 2027

Selasa, 15 September 2026 - 20:22

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tim 9 Kejagung Sita 38 Objek Tanah

Selasa, 15 September 2026 - 20:13

MENDAGRI Tito: Kegiatan Masyarakat tidak Boleh Ganggu Ketertiban Umum

Selasa, 15 September 2026 - 20:07

BNPB: Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Kabut asap kembali kepung kota Palangka Raya. (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Rabu, 16 Sep 2026 - 20:53

Sejumlah keluarga membawa peti jenazah Erick Maisul (37) korban insiden Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa saat tiba rumah duka Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). (Foto: Antara/Feri Purnama)

Nasional

DUA Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Garut

Rabu, 16 Sep 2026 - 20:42

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. (Foto: HO-Banggar DPR RI)

Nasional

DISEPAKATI Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK

Rabu, 16 Sep 2026 - 20:33

Presiden Prabowo Subianto melakukan wawancara dengan sejumlah media nasional dalam program

Nasional

PRESIDEN Prabowo Pangkas Transfer Daerah

Rabu, 16 Sep 2026 - 20:27

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca