NELAYAN Kalteng Capai Tingkat Kesejahteraan Lebih Baik

- Penulis

Senin, 10 Juni 2024 - 19:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi -- Aktivitas nelayan saat bongkar muat hasil tangkapan ikan laut. Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan, mengacu dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) saat ini maka para nelayan di Kalteng telah mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik. [EPA/Hotli S]

Foto Ilustrasi -- Aktivitas nelayan saat bongkar muat hasil tangkapan ikan laut. Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan, mengacu dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) saat ini maka para nelayan di Kalteng telah mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik. [EPA/Hotli S]

SuarIndonesia — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan, mengacu dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) saat ini maka para nelayan di daerah setempat telah mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

“NTN Kalimantan Tengah pada 2023 adalah sebesar 109,90. Kita ketahui jika NTN lebih dari 100 artinya nelayan memiliki pendapatan lebih tinggi dibandingkan pengeluarannya, atau mengalami surplus,” kata Kepala Dislutkan Kalteng Darliansjah di Palangka Raya, Senin (10/6/2024).

Bahkan mengacu pergerakan NTN Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir, terus menunjukkan peningkatan dan selalu berada di atas 100.

Pergerakan NTN Kalimantan Tengah sejak 2020 sebesar 101,24, kemudian pada 2021 sebesar 101,91, meningkat menjadi sebesar 102,12 pada 2022, serta terakhir pada 2023 menjadi sebesar 109,90.

“Oleh karenanya, dapat diasumsikan rata-rata nelayan di Kalimantan Tengah telah mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya dikutip dari AntaraNews.

Darliansjah memaparkan, Nilai Tukar Nelayan ini nilainya didapat bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat. Nilai Tukar Nelayan (NTN) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan nelayan di perdesaan pada tahun dan bulan tertentu dibandingkan dengan tahun dasarnya.

Baca Juga :   BANDAR NARKOBA Saleh dan Terpidana Nurmadin 'Dideportasi' ke Nusakambangan

NTN dapat menjadi alat ukur kemampuan tukar barang-barang yang dihasilkan nelayan terhadap barang/jasa yang diperlukan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan produksi.

NTN adalah rasio antara indeks harga yang diterima nelayan (It) dengan indeks harga yang dibayar nelayan (Ib), yang dinyatakan dalam persentase.

Apabila NTN lebih dari 100, artinya nelayan memiliki pendapatan lebih tinggi dibandingkan pengeluarannya, atau mengalami surplus, sedangkan NTN kurang dari 100 berarti pengeluaran nelayan untuk konsumsi rumah tangga dan biaya produksi lebih tinggi daripada pendapatan hasil usahanya.

Darliansjah mengatakan, agar pendapatan usaha nelayan dapat lebih baik atau lebih tinggi daripada pengeluarannya maka perlu juga didukung kegiatan peningkatan sarana penangkapan nelayan perairan laut dan perairan umum daratan.

“Kemudian dukungan berupa peningkatan sarana prasarana pelabuhan, serta peningkatan keterampilan usaha nelayan. Berbagai dukungan inilah yang dari tahun ke tahun juga terus kami (Pemprov Kalteng) lakukan, sesuai arahan Gubernur Sugianto Sabran agar pemerintah dapat benar-benar hadir di tengah masyarakat,” jelasnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA PELAKU Pembantaian Ditangkap di Perbatasan Kalteng-Kaltim
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
MASYARAKAT Kalteng Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM
KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi
TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca